page hit counter
Yoris mendadak bilang ‘nyawa harus dibayar nyawa’, apa maksudnya?

Yoris mendadak bilang ‘nyawa harus dibayar nyawa’, apa maksudnya?

Yoris. Foto: Youtube.

Kemarin malam, Kamis 9 September 2021, keluarga Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, para tetangga, dan kerabat dekat menggelar acara pengajian atau doa bersama di SMAN Jalancagak, Subang, Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, kakak kandung Amel, Yoris Raja Amanullah turut hadir di lokasi.

Yoris menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah menyempatkan diri datang dan mengirimkan doa kepada ibu dan adiknya. Dia tak menyangka, kesedihannya turut dirasakan banyak orang.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut mendoakan ini sama adik saya, kesedihan saya ternyata dirasakan juga oleh mereka,” ujar Yoris dikutip Jumat 10 September 2021.

Doa bersama untuk Tuti-Amel, tangis Yoris pecah. Foto: Capture.
Doa bersama untuk Tuti-Amel, tangis Yoris pecah. Foto: Capture.

Saat ini, perasaan Yoris bercampur antara sedih dan juga kesal. Bahkan, dia sampai mengatakan, seandainya pelaku ditemukan, maka dia harus dihukum mati. Baginya, nyawa harus dibayar dengan nyawa.

“Nyawa harus dibayar dengan nyawa, hukumannya harus dihukum setimpal! Kalau bisa dihukum mati!” terangnya.

Hingga kini, polisi masih belum mengungkap siapa pembunuh yang telah merenggut nyawa orang tercintanya. Itulah mengapa, dia terkadang merasa geregatan alias tak sabar.

“Rasanya tuh gereget, tapi mudah-mudahan polisi bisa cepat menangkap pelakunya,” tuturnya.

Yoris sekali lagi menegaskan, apapun alasannya, pelaku pembunuhan tersebut harus dihukum mati. Bahkan, saking geramnya, dia sampai melantangkan kalimat takbir.

“Pokoknya harus diberi hukuman yang setimpal. Harus dihukum mati, demi Allah demi Rasulullah harus dihukum mati! Allahuakbar!” tegasnya.

Mengapa pelaku pembunuhan Tuti Amalia Subang belum diungkap?

Banyak publik beranggapan, proses pencarian pelaku yang dikerjakan polisi terbilang lambat dan berputar-putar. Namun, dalam keterangannya, mereka memastikan, kasus tersebut memang tak mudah dipecahkan. Sebab, yang dicari bukan pengakuan, melainkan bukti.

Yosef angkat jenazah keluarganya di kasus pembunuhan Subang. Foto: Ist.
Yosef angkat jenazah keluarganya di kasus pembunuhan Subang. Foto: Ist.

Kapolres Subang, Jawa Barat, AKBP Sumarni mengatakan, meski belum ditemukan, namun pihaknya semakin yakin pelaku merupakan keluarga dekat korban.

“Ada indikasi pelaku dan korban saling kenal. Karena di TKP, jalur masuk ke rumah korban itu gak ada yang rusak. Jadi pintu depan dan belakang gak ada yang rusak, maupun jendelanya. Gak ada bekas cungkilan atau apapun. Makanya, diperkirakan pelaku kenal dengan korban,” urai AKBP Sumarni.

Pihak kepolisian sendiri telah memeriksa sejumlah saksi termasuk Yosef, Mimin, Yoris, dan ayah korban. Sejauh ini, mereka meyakini, Tuti dan Amel dibunuh dengan cara bengis dan keji.

“Kami juga mengumpulkan barang-barang bukti yang ada di TKP termasuk baju yang ada di TKP yang dikenakan salah satu saksi, di mana baju tersebut ada bercak darah,” kata dia.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS