page hit counter
WN Prancis Cabuli 305 Anak Jalanan dengan Modus Foto Model

WN Prancis Cabuli 305 Anak Jalanan dengan Modus Foto Model

Berita Nasional – Seorang pria Warga Negara Prancis bernama Francois Abello Camille alias FAC berusia 65 tahun ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terbukti melakukan tindakan eksploitasi seksual terhadap ratusan anak di bawah umur. Sasaran korbannya adalah anak-anak yang biasa berkerumun di berbagai pusat perbelanjaan atau mall di Jakarta.

Tidak main-main, korban dari pelaku child sex groomer ini berjumlah 305 anak di bawah umur. Mereka dieksploitasi secara ekonomi dan seksual. Modus yang dilakukan oleh FAC adalah dengan berpura-pura menawarkan anak-anak tersebut untuk menjadi foto model. Prosesi pemotretan pun dilakukan tanpa mengenakan busana dan setelah selesai sesi foto, FAC kemudian mencabuli dan menyetubuhi korbannya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan bahwa FAC akan mendandani para korbannya. Memberikan makeup hingga terlihat menarik kemudian melakukan foto telanjang. Setelah itu mereka disetubuhi oleh pelaku. Dalam setiap melancarkan aksinya, FAC memberikan imbalan uang sebesar Rp250 ribu hingga Rp 1 Juta kepada korbannya. Namun apabila si korban menolak untuk disetubuhi, maka FAC tanpa segan akan menyiksa korban tersebut.

Kasus ini terungkap berkat adanya informasi dari masyarakat sekitar yang melihat WNA ini sedang menawarkan pemotretan terhadap anak di Hotel Prinses Park yang terletak di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Berdasarkan informasi tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap basah FAC saat sedang berada di dalam kamar hotel bersama dengan dua anak perempuan yang masih di bawah umur tanpa mengenakan sehelai benangpun.

Saat melakukan penangkapan, pihak kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti yang memberatkan pelaku. Barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian antara lain 21 kostum yang akan dipakai oleh korban saat pemotretan dan juga saat pembuatan video cabul, enam buah kamera, enam memory card, 20 kondom dan dua alat bantu seks berupa vibrator.

Atas aksinya tersebut, FAC akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 81 Jo 76D UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun atau maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Selain itu FAC juga akan dikenakan Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Selanjutnya, Pasal 82 Jo 76E UU RI No.17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 Milyar. Lalu, Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta. Terakhir, Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI no. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

CATEGORIES
TAGS
Share This