page hit counter

Waspada Benjolan pada Anus : Kenali Tanda dan Gejala Wasir

MASYARAKAT mungkin sudah tidak asing dengan wasir. Wasir atau dalam istilah medis disebut dengan hemoroid merupakan suatu kondisi pembengkakan pembuluh darah yang ada disekitar anus sehingga membentuk suatu benjolan yang dapat mengganggu kenyamanan penderitanya.

Diperkirakan sebanyak 4,4% dari populasi dunia menderita wasir. Di Indonesia penderita wasir terus bertambah, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, sebanyak 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia menderita wasir dan secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 angka kejadian wasir di Indonesia akan meningkat mencapai 21,3 juta jiwa. Wasir sering muncul di kalangan orang dewasa baik pria maupun wanita. Angka kejadian wasir dikatakan akan meningkat seiring bertambahnya usia, dimana usia puncak kejadiannya pada usia 45-65 tahun.

Penyebab wasir sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun ada berbagai faktor yang sering dikaitkan dengan terjadinya wasir pada seseorang. Faktor-faktor tersebut di antaranya sering mengalami sembelit atau susah BAB, kurang mengkonsumsi makanan berserat tinggi, kehamilan, usia, obesitas, dan duduk dalam jangka waktu yang lama.

Secara umum, wasir terbagi menjadi dua jenis, yaitu internal dan eksternal. Apabila pembengkakakan atau benjolan terjadi pada bagian dalam anus dan tidak bisa terlihat dari luar maka disebut hemoroid internal. Sebaliknya, jika benjolan dapat terlihat, teraba diluar anus dan disertai nyeri disebut hemoroid eksternal.

Pada umumnya, diagnosis wasir ditegakkan melalui keluhan penyakit yang dirasakan oleh pasien dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter. Dari seluruh penderita wasir, sebanyak 40% di antaranya tidak bergejala. Pasien yang mengalami gejala pada awalnya akan mengeluhkan BAB disertai darah segar, nyeri dan gatal di sekitar anus, kemudian akan mengeluh teraba benjolan pada anus.

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan benjolan di luar anus atau perlu dilakukan Rectal Toucher atau colok dubur untuk memeriksa adanya benjolan di dalam anus jika tidak ditemukan benjolan di luar anus. Benjolan biasanya akan terasa nyeri dan kadang disertai darah.

Seringkali wasir dapat hilang dengan sendirinya. Namun, untuk menghilangkan rasa tidak nyaman, nyeri, dan pendarahan maka dibutuhkan obat-obatan dan perubahan pola makan. Terapi obat-obatan yang dapat diberikan untuk mengurangi keluhan-keluhan tersebut biasanya diberikan salep dan obat supositoria. Supositoria merupakan jenis obat yang dimasukan langsung ke dalam anus. Apabila dengan pemberian obat-obat tersebut tidak mengalami perbaikan dan derajat keparahan wasir sudah tinggi, maka pasien disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter bedah untuk menjalani prosedur khusus untuk mengatasi wasir.

Ada berbagai komplikasi yang dapat timbul apabila derajat keparahan wasir sudah tinggi seperti nyeri hebat pada benjolan, perdarahan yang mengakibatkan anemia, kematian jaringan, dan thrombosis (penggumpalan darah) dalam pembuluh darah yang mengalami pembengkakakan.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegahan seseorang agar terhindar dari bahaya wasir seperti mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, kacang, dan biji-bijian; banyak minum air putih; tidak mengejan secara berlebihan; berolahraga teratur; dan hindari duduk dalam jangka waktu yang lama.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa wasir atau hemoroid merupakan penyakit yang tidak bisa dianggap remeh mengingat hemorid dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. (*)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS