counter hit make

Wali Kota Optimis Warganya Tidak Ada yang Dinyatakan Positif Covid-19

Berita Mataram – Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh menegaskan bahwa warganya belum ada yang dinyatakan positif Covid-19. Ahyar juga menegaskan bahwa ia tidak mau kecolongan dengan memperketat aturan-aturan di Kota Mataram, seperti aturan mengenai waktu buka tempat usaha, aturan tidak boleh berkumpul dan pemberlakuan jam malam mulai pukul 22:00 hingga 06:00 WITA.

Berdasarkan berita yang sempat viral tentang seorang warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia masih belum bisa dikatakan positif mengidap Covid-19, karena hingga saat berita ini dirilis, hasil pemeriksaan Swab masih belum keluar. Butuh waktu minimal empat hari untuk mengetahui hasilnya, karena sampel dikirim langsung ke Litbang Kementerian Kesehatan di Surabaya dan Jakarta. Apalagi mengingat kedua daerah tersebut masuk ke dalam zona merah maka hasil uji lab akan membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram menjelaskan hingga tanggal 30 Maret 2020 pukul 14:00 WITA, tercatat 18 warga Mataram masuk ke dalam kategori PDP dengan rincian delapan orang sudah selesai masa pengawasan dan 10 orang masih dalam pengawasan. Sementara itu warga Mataram yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 161 orang dengan rincian 51 orang telah selesai dipantau dan 110 orang masih dalam pemantauan.

Berdasarkan data tersebut, warga Mataram yang berstatud PDP dan ODP tersebar di enam kecamatan, antara lain di Kecamatan Ampenan tercatat tiga orang berstatus PDP dan 25 orang berstatus ODP. Kemudian Kecamatan Sekarbela terdapat dua orang berstatus PDP dan 32 orang berstatus ODP. Sementara itu di Kecamatan Mataram ada tiga orang berstatus PDP dan 48 orang berstatus ODP. Lalu di Kecamatan Selaparang tercatat tiga orang berstatus PDP dan 20 orang ODP. Di Kecamatan Cakranegara disebutkan empat orang berstatus PDP dan 17 orang ODP, dan yang terakhir Kecamatan Sandubaya tercatat ada tiga orang berstatus PDP dan 19 orang berstatus ODP.