page hit counter
Uthlubul ‘ilma Walau Bishshiin : In Memoriam Yuan Lingping

Uthlubul ‘ilma Walau Bishshiin : In Memoriam Yuan Lingping

Padi salah satu tanaman pangan yang tumbuh di lebih dari 100 negara. Sekitar 700 juta ton produksi padi setiap tahun. 90 persen produksi padi tersebut berasal dari Asia dan kisaran 3,5 Milyar manusia setiap hari hidupnya bergantung pada beras.

Dari 100 negara tersebut, China merupakan negara  produsen sekaligus konsumen terbesar beras. 30 persen beras setara  214.430.049 ton yang diproduksi bersumber dari 30,35 ha lahan padi.

Tapi ada masalah besar yang dihadapi China dan dunia. Yakni perubahan iklim yang berakibat pada naiknya permukaan air laut dan berdampak pada  tingginya salinitas tanah. Sekitar 1 juta kilometer persegi lahan pertanian China tidak bisa ditanami tanaman pangan akibat tingkat keasinan tanah yang tinggi.

Memang, China bukan satu satunya negara yang mengalami kondisi demikian. Dari sekitar 2,35 juta hektare tanah yang sangat asin, ada satu juta hektare lahan yang sudah hilang dan diprediksi 10 juta hektare  tanah setiap tahun akan hilang akibat salinitas tersebut.

China tidak diam menerima keadaan sembari pasrah berharap adanya keajaiban. Pemerintah China memerintahkan para Ilmuan untuk mencari solusinya. Maka proyek riset dimulai sejak tahun 1970an yang dipimpin seorang Agronomi.

Yuan Lingping namanya. Lahir di Beijing 22 September 1930. Anggota Akademi Teknik Tiongkok, menamatkan studi di Perguruan Tinggi Pertanian, diberi tugas agar menjadikan tanah berasin bisa ditumbuhi tanaman pangan (padi).

Puluhan tahun kemudian, riset tersebut amat sangat mengagumkan. Ada 200 jenis varietas padi yang bisa bertahan dan menghasilkan padi sebanyak 9,5 ton per hektare di air asin. Atas temuannya tersebut, dunia menyematkan dirinya sebagai “Bapak Padi Hybrida”.

Yuan Lingping, membawa kesuksesannya ke Jazirah Arab. Sepertinya dia hendak membuktikan Hadits Rasulullah SAW ribuan tahun silam. Negeri padang pasir itu kini mampu menanam padi di atas gurun pasir dengan bantuan air asin.

Ajaibnya, satu hektarea lahan mampu memproduksi 7,5 ton padi. Dua kali lipat rata rata produksi global. Sungguh di luar perkiraan para ilmuan yang menduga kisaran tiga ton saja.

Jiayi Zhou, peneliti perubahan iklim dari Stockholm International Peace Research Institute mengatakan, eksperimen yang sangat berhasil itu, berpotensi menguntungkan banyak negara.

22 Mei 2021 silam, Yuan Lingping meninggalkan seluruh jejak karya dan temuannya,pergi menghadap sang pencipta nya untuk selamanya. Dia telah berjasa menyelamatkan populasi manusia pengkonsumsi beras yang mayoritas mendiami Benua Asia.

 

* Khairuddin Juraid, Korwil Bapilu NTB 1 DPP PARTAI GOLKAR

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS