page hit counter
Ustaz HW perkosa 12 santriwati, Kemenag: Ponpes ditutup! Nasib santrinya begini

Ustaz HW perkosa 12 santriwati, Kemenag: Ponpes ditutup! Nasib santrinya begini

Ustz HW pengajar yang perkosa belasan santriwati. Foto: Istimewa

Kementerian Agama angkat bicara soal ramainya oknum ustaz pemerkosa belasan santriwati di pondok pesantren di Cibiru, Bandung. Nah begitu muncul kabar ustaz perkosa santriwati, ternyata Kemenag sudah gerak cepat dengan menutup ponpes yang mana dipimpin ustaz bernama Herry Wirawan.

Oknum yang diduga pelaku tindak asusila terhadap santriwati pada salah satu pesantren di Bandung sudah diamankan Polda Jawa Barat.

Ustaz perkosa santriwati, ponnpes ditutup

Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al-Asyhar mendukung langkah hukum yang diambil kepolisian. Menurutnya, peristiwa ini mencuat sejak enam bulan lalu.

“Sejak kejadian tersebut, lembaga Pendidikan tersebut ditutup. Oknum pimpinan yang diduga pelaku tindak pemerkosaan juga telah ditahan di Polda Jabar untuk menjalani proses hukum,” jelas Thobib dalam keterangannya dikutip dari laman Kemenag, Kamis 9 Desember 2021.

Thobib menjelaskan, sejak peristiwa tersebut mencuat, Kemenag telah duduk bersama Polda Jabar dan Dinas Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) Jawa Barat.

Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al-Asyhar
Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al-Asyhar. Foto Kemenag

Para pihak bersepakat untuk memgambil sejumlah langkah.

Pertama, Polda Jabar menutup atau membekukan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren tersebut.

“Sampai sekarang tidak difungsikan sebagai tempat atau sarana pendidikan,” jelas Thobib.

Kedua, Kemenag mengembalikan seluruh siswa ke daerah asal mereka. Pendidikan mereka dilanjutkan ke madrasah atau sekolah sesuai jenjangnya yang ada di daerah masing-masing dengan difasilitasi Kasi Pontren dan Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan (FKPPS) Kabupaten/Kota setempat.

Ilustrasi santriwati. Foto: Tribun
Ilustrasi santriwati. Foto: Tribun

Ketiga, Kemenag terus berkoordinasi dengan Polda dan Dinas Perlindungan Ibu dan Anak, khususnya terkait penyelesaian perpindahan dan ijazah para peserta didik di lembaga tersebut.

“Sebagai catatan tambahan, Kementerian Agama telah menjalin kerjasama dengan Kementerian PPPA dan UNICEF terkait dengan pesantren ramah anak, di mana pesantren menjadi tempat yang nyaman bagi santri-santrinya,” ujar Thobib.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS