page hit counter
Usia Taliban kuasai Afghanistan, teroris Jemaah Islamiyah di Indonesia bakal lakukan hal ini

Usia Taliban kuasai Afghanistan, teroris Jemaah Islamiyah di Indonesia bakal lakukan hal ini

Ilustrasi terorisme. Foto: DW.com

Mantan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abbas memprediksi bakal ada ancaman baru yang dilakukan jaringan teroris JI Indonesia apabila Taliban di Afghanistan masih bersikap seperti dahulu kala.

Pria yang kini dikenal sebagai pengamat terorisme itu mengatakan, kebangkitan Taliban membawa euforia tersendiri bagi anggota JI.

Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris. Foto: Antara
Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris. Foto: Antara

Banyak di antara anggota JI di Indonesia ikut merayakan kemenangan kelompok Taliban, yang sukses kembali merebut kekuasaan di Afganistan.

Berdasarkan penulusurannya, kata Nasir Abbas, para anggota JI sangat senang mendapat kabar kemenangan Taliban.

“Saya dapat komunikasi dari kawan-kawan di media sosial, mereka, jihadi, sangat senang, bangga, ada yang sujud syukur, takbir, bergembira dengan kemenangan Taliban,” katanya, mengutip Suara (Jaringan Hops), pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Meskipun merasa bahagia, Nasir menjelaskan, anggota JI saat ini masih menunggu keputusan dan melihat sikap, apakah Taliban masih seperti dulu yang menerima kelompok terorisme atau tidak.

Apabila sikap Taliban masih seperti dahulu, maka bukan tidak mungkin banyak anggota JI, termasuk di Indonesia memutuskan hijrah ke Afghanistan.

Bendera Indonesia. Foto: Mufid Majnun di Pixabay

Kalau hal ini terjadi, kemungkinan besar bakal ada ancaman baru bagi dunia internasional.

“Jika seperti dulu, kemungkinan besar akan banyak anggota JI yang ingin hijrah ke Afghanistan dan akan menjadi ancaman baru bagi dunia,” ujarnya.

“Jadi apakah kebangkitan ini menjadi ancaman atau tidak, kita tunggu sikap Taliban,” imbuhnya.

JI bakal tunjukkan eksistensi di Indonesia

Sementara pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar, memandang ‘euforia’ JI sebagai bukti Taliban hingga kini masih dipandang sebagai bagian dari al-Qaeda.

Terlebih kelompok JI Indonesia sendiri tidak memiliki koneksi dengan al-Qaeda maupun Taliban sehingga mereka bakal melakukan tindakan untuk mendapat pengakuan dari keduanya dan menunjukkan eksistensi mereka di Indonesia.

“Terlihat dari maraknya penangkapan JI di beberapa tempat, Jawa Tengah, Lampung, itu adalah sel yang sangat aktif dan besar, itu yang harus ditanggapi oleh pemerintah dari pergolakan ini,” jelas Chaidir.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS