page hit counter
Tokoh Papua sentil keras Sukmawati: Pindah agama manapun tetap jadi setan!

Tokoh Papua sentil keras Sukmawati: Pindah agama manapun tetap jadi setan!

Sukmawati upacara ritual

Pegiat media sosial sekaligus tokoh Papua, Christ Wamea menuliskan sentilan keras untuk putri Presiden pertama RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri yang baru saja pindah agama dari Islam ke Hindu.

Dalam tulisannya yang dibuat di akun Twitter miliknya, Christ Wamea menulis bahwa jika hati sudah dirasuki setan, maka pindah agama ke manapun akan tetap jadi setan.

Klu hati sdh dirasuki setan pindah agama manapun tetap jadi setan,” cuit Christ Wamea dikutip Hops.ID pada Kamis 28 Oktober 2021.

Christ Wamea. Foto: Twitter
Christ Wamea. Foto: Twitter

Pada cuitannya itu, Christ Wamea juga membagikan beberapa tangkapan layar sejumlah pernyataan Sukmawati yang dijadikan judul berita. Termasuk pernyataan Sukmawati soal pemeluk agama mayoritas jangan angkuh.

Pernyataan itu sendiri disampaikan Sukmawati usai dia menjalani upacara untuk masuk Hindu secara resmi, yakni Sudhi Wadani. Kala itu Sukmawati menanggapi pro-kontra yang ada di masyarakat terkait keputusannya pindah agama dari Islam ke Hindu.

Sukmawati mengaku tak ambil pusing dengan banyaknya pro kontra di tengah masyarakat. Menurutnya, masalah keyakinan merupakan pilihan masing-masing individu. Lagipula, sebelum benar-benar memeluk Hindu, ada perjalanan spiritual panjang yang harus dia lalui.

“Saya kira, kalau pindah agama itu kan pilihan masing-masing dengan satu proses. Ibu kan cukup panjang 66 tahun,” terangnya.

Sukmawati Soekarnoputri. Foto: Instagram
Sukmawati Soekarnoputri. Foto: Instagram

Lebih jauh, dia mengingatkan, Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam agama. Sehingga, harus saling menghormati satu sama lain. Dia pun mengingatkan, jangan sampai agama mayoritas merasa angkuh dan tidak menghormati minoritas.

“Kalau agama pun demikian, memang Indonesia itu beragam, bertoleransi dengan baik. Jangan mayoritas itu menjadi mayoritas yang angkuh, kemudian tidak toleransi dengan minoritas,” kata Sukmawati.

“Tapi harus memiliki toleransi yang baik, karena kita berbangsa satu saudara di seluruh kepulauan Indonesia. Jadi, itu yang selalu ditanamkan Bung Karno,” ujarnya lagi.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS