page hit counter
TKI asal NTB Ditemukan Tewas Dalam Posisi Tergantung di Malaysia

TKI asal NTB Ditemukan Tewas Dalam Posisi Tergantung di Malaysia

BIMA-Kematian Pekerja Migrain Indonesia (PMI) asal Bima Zulkifli di Malaysia membuat keluarganya shock. Jenazah pemuda 27 tahun asal Desa Rabakodo, Kecamatan Monta itu dilaporkan meninggal dalam kondisi tergantung. Diduga ia gantung diri.

Motif dibalik meninggalnya korban hingga kini belum diketahui. Pihak kepolisian Malaysia masih mengautopsi jasad korban untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Bibi korban, Sinta mengaku kaget. Dia tidak menyangka ketika pertama kali menerima potongan video korban dengan posisi tergantung. Lehernya terlilit kain gorden. “Kami terima video itu dari pihak kepolisian Malaysia. Kami saat itu langsung shock,” aku Sinta, kemarin (8/6).

Korban Zulkifli ditemukan meninggal tergantung di kawasan Empire Plantation Mukkah Sarawak, Malaysia. Saat ini, jenazah almarhum sudah dibawa ke rumah sakit, untuk diautopsi.

 

Belum diketahui apakah korban Zulkifli bunuh diri  atau dibunuh. Kasusnya, kini sedang diselidiki kepolisian Malaysia. Satu orang saksi sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

“Kami masih menunggu informasi kepolisian di sana. Jika  memang almarhum dibunuh, kami harap pelaku mendapat hukuman setimpal,” harapnya.

Zulkifli, menurut Sinta, sosok anak yang baik, sopan, pendiam dan mandiri. Dia merantau  ke Negeri Ziran Malaysia sekitar 6 tahun lalu, untuk memperbaiki ekonomi keluarga. “Zulkifli adalah anak yatim piatu,” sebutnya.

Zulkiflih ditinggal mati sang ayah belasan tahun lalu. Beberapa tahun ayahnya meninggal, ia merantau ke Malaysia dengan harapan bisa membantu ekonomi sang ibu. Namun, harapan membahagiakan masa tua ibunya pupus. Karena, dua tahun lalu, sang ibu lebih dulu menghadap sang Khalik. “Kita sangat terpukul mendengar kabar meninggalnya Zulkifli,” katanya.

Selain penangkapan pelaku, Sinta berharap Dinas Ketenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima bisa menfasilitasi kepulangan jenazah almarhum. “Kami dari keluarga menginginkan jenazah almarhum bisa dipulangkan ke tanah air,” harap Sinta.

Kabid Pengembangan Penempatan dan Perluasan Kerja, Disnakertrans Kabupaten Bima, Irfan HM Noor mengatakan, dari hasil identifikasi, almarhum merupakan PMI non prosedural. “Tadi pagi kami menerima pengaduan kematian dari pihak keluarga almarhum Zulkifli,” jelas, kemarin.

Mengenai kronologis kematian korban kata dia, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan pemerintah Malaysia. “Mudah-mudahan bisa diinformasikan secepatnya. Yang jelas kami tetap akan koordinasi setiap saat,” jelas Irfan.

Sementara proses pemulangan jenazah, pihaknya akan menunggu keputusan dari hasil musyawarah keluarga almarhum. Apakah jenazah dikuburkan di Malaysia atau dipulangkan ke tanah air.

“Karena mereka tadi pagi masuk pengaduan. Soal pemulangan jenazah almarhum belum mereka putuskan. Kami masih menunggu keputusan itu,” terangnya.

Irfan memastikan setiap keputusan keluarga almarhum akan disampaikan ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram. Termasuk KBRI dan pemerintah Malaysia.

“Kami di sini hanya memfasilitasi pengaduan ataupun laporan yang masuk. Kalau menyangkut keputusan pemulangan, bukan kewenangan kami,” tandasnya. (jul/r8)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS