page hit counter
Tipu Pengusaha Gili Trawangan, Polda NTB Segera Jemput Napi Lapas Curup

Tipu Pengusaha Gili Trawangan, Polda NTB Segera Jemput Napi Lapas Curup

MATARAM-Dua narapidana di Lapas Curup, Bengkulu, Superi dan Haris Munandar telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan terhadap pengusaha di Gili Trawangan. Berkasnya penyidikannya sudah dinyatakan P21 (lengkap). ”Kita siapkan penjemputan terhadap para tersangka ke Lapas Curup di Bengkulu,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, Sabtu (26/6).

Ditreskrimsus Polda NTB sudah berkoordinasi dengan Lapas Curup. Tinggal koordinasi untuk penetapan jadwal penjemputan. ”Nanti tim akan menjemput untuk meminjam dua napi untuk proses tahap dua (pelimpahan barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum),” terangnya.

Dalam kasus tersebut, Superi awalnya berkenalan dengan pengusaha Gili Trawangan bernama Kadarwati melalui media sosial. Dalam akun profil Facebook-nya, Superi mengenakan seragam polisi. Sehingga Kadarwati percaya dengan Superi. ”Pelaku dan korban memang berkenalan di medsos. Pelaku mengaku sebagai polisi,” jelasnya.

Mereka semakin akrab. Meski di dalam lapas, Superi tetap bisa berkomunikasi dengan Kadarwati via handphone. Kadarwati pun semakin percaya.

Napi yang terjerat kasus pembunuhan itu pun mengajak Kadarwati menjalankan bisnis peternakan ayam di Bengkulu. Superi dibantu Haris membuat ATM dan sebagai penerima transferan uang. ”Kadarwati sudah mentransfer uang Rp 994 juta ke Haris atas perintah Superi,” terangnya.

Dari hasil penyidikan, uang hasil penipuannya itu sudah digunakan untuk membuat kolam, taman, dan renovasi kamar tahanan. Selain itu juga digunakan pelaku untuk membeli lahan kebun di Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu. ”Kita sudah telusuri asetnya. Kita belum tentukan kasus ini ke TPPU,” bebernya.

Tetapi, polisi masih fokus menyelesaikan tindak pidana pokok penipuan secara online. Dua tersangka itu dijerat pasal 28 ayat (1) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS