page hit counter

Tim Puma Polresta Mataram Ringkus Pelaku Penggelapan Motor dan Mobil

MATARAM-Pelarian pria berinisial FA alias Farid berakhir. Dia yang sudah lama diburu karena kasus penggelapan, berhasil dibekuk Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram di simpang empat Dasan Cermen, Kamis (19/8) lalu.

“Pelaku ini sudah melakukan penipuan dan penggelapan di 11 TKP sejak 2020 lalu,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Jumat (20/8).

Dalam menjalankan aksinya, Farid mencari para penjual sepeda motor, mobil, maupun handphone melalui marketplace di Facebook. Dia lantas menghubungi pedagang yang memosting barangnya untuk dijual. “Pelaku ini mengajukan diri ke pedagang untuk membantu menjualkan barangnya,” kata Kadek Adi.

Dalam komunikasinya dengan para korban, Farid meminta membawa barang yang akan dijual. Termasuk kelengkapannya seperti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor).

Farid pun berhasil menjual kendaraan maupun handphone. Tetapi setelah barang laku, uangnya tidak diberikan kepada sang pemilik. Dia malah menghabiskan uang hasil penjualannnya.

“Ada 11 laporan yang kita terima,” ungkap perwira menengah polisi tingkat pertama ini.

Kadek Adi mengatakan, barang yang sudah digelapkan Farid antara lain satu unit mobil pikap, lima sepeda motor, dan empat handphone. Bahkan dari lima sepeda motor yang digelapkan, satu di antaranya milik pacarnya sendiri. “Motor pacarnya dijual lantaran cekcok,” katanya.

Pergerakan Farid cukup licin. Dia selalu berpindah tempat tinggal. Pindah kos dari satu tempat ke tempat yang lain.

Saat hendak ditangkap pun Farid berupaya melarikan diri. Tak ingin kecolongan polisi mengepung kawasan simpang empat Dasan Cermen. “Tim Puma sudah mengantisipasi pelaku yang bakal melarikan diri,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Farid dijerat pasal 372 dan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Kadek Adi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan penjualan melalui media sosial. “Jangan sampai tertipu. Tetap waspada terhadap pembeli juga,” imbaunya.

Sementara, Farid mengaku uang hasil penggelapan itu sudah habis digunakan untuk sewa kos dan kebutuhan sehari-hari. “Saya kan kos sama pacar. Semua biaya hidup pacar saya yang tanggung,” akunya.

Tetapi, saat dia tidak memiliki uang, pacarnya malah meminta pisah. Tidak ingin rugi, Farid pun menjual sepeda motor pacarnya. “Saya jual sepeda motor itu untuk biaya pindah kos dan biaya lainnya,” ungkapnya.

Untuk melakukan transaksi penjualan, Farid langsung bertemu dengan pembeli. Satu sepeda motor dijual seharga Rp 12 juta. “Kalau mobil pikap saya jual Rp 35 juta,” akunya.

Selama pelariannya, dia berpindah tempat. Terkadang juga tinggal di hotel hingga berminggu-minggu untuk menghindari kejaran polisi. “Biaya sewa hotel dan kos dari uang hasil penjualan sepeda motor,” katanya. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS