page hit counter
Tiga Pegawai Depo Pertamina Ampenan Positif Korona

Tiga Pegawai Depo Pertamina Ampenan Positif Korona

MATARAM-Penularan Covid-19 kini mulai merebak di sejumlah kantor yang menjadi objek vital. Salah satunya di PT Pertamina Terminal BBM Ampenan atau yang dikenal dengan nama Depo Pertamina Ampenan. Sejumlah pegawai di perusahaan ini diketahui positif Covid-19.

“Ada tiga orang yang positif. 13 orang lainnya kemudian melakukan isolasi mandiri setelah dilakukan tracing,” terang Humas PT Pertamina Terminal BBM Ampenan Rizki PN saat menerima kunjungan Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, kemarin (29/7).

Sesuai jadwal, jajaran manajemen perusahaan tersebut sebenarnya akan menerima kunjungan pihak dewan. Sayang, kondisi penularan Covid-19 membuat mereka terpaksa melakukan isolasi mandiri. Mereka terpaksa bekerja dari rumah (work from home). Mencegah penularan semakin menyebar di kantor pusat penyaluran BBM se-Pulau Lombok tersebut.

Penularan pertama kali di PT Pertamina diketahui berasal dari luar lingkup kantor. Salah seorang manajer ritel disinyalir positif Covid-19 dan kontak bersama salah satu jajaran direksi. Itu yang kemudian menyebabkan tiga pegawai akhirnya dinyatakan positif terpapar.

“Yang lainnya yang pernah kontak dengan mereka terpaksa diminta isoman agar operasional bisa tetap jalan di sini. Masih bisa terkendali (operasional PT Pertamina) karena ada sekitar 200 lebih karyawan,” lanjutnya.

Dengan kejadian ini, protokol kesehatan semakin diperketat. Meskipun penerapan protokol kesehatan sudah diterapkan sejak awal pandemi tahun lalu. Kemudian para pegawai juga rutin melakukan rapid antigen. “Sema juga sudah vaksin. Tingga menunggu jadwal vaksin kedua,” lanjutnya.

Kluster perkantoran memang menjadi salah satu penyumbang kasus positif Covid-19 di Kota Mataram. Beberapa kantor bahkan sempat ditutup sementara setelah beberapa karyawannya dinyatakanpositif Covid-19. Baik yang ada di kantor instansi pemerintah, BUMD seperti PT Air Minum Giri Menang hingga BUMN.

Update data jumlah warga yang masih isolasi di Kota Mataram per 27 Juli lalu mencapai 794 orang. Dengan jumlah warga yang sembuh 4.401 orang. Juru bicara Satgas Covid-19 I Nyoman Suwandiasa menjelaskan, sesuai surat edaran wali kota terkait penerapan PPKM Level 4 di Kota Mataram, sektor kritikal seperti energi, logistik kebutuhan pokok masyarakat, objek vital nasional, pupuk hingga semen dan proyek strategis nasional dapat beroperasi 100 persen.

“Hanya pada fasilitas produksi/konstruksi pelayanan kepada masyarakat dan pelayanan administrasi perkantoran guna menudukung operasional diberlakukan 25 persen staf,” terangnya mengacu Surat Edaran Nomor 800/871/BPBD/VII/2021. (ton/r3)

 

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS