page hit counter
Tiga Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa Dilanda Kekeringan

Tiga Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa Dilanda Kekeringan

MATARAM-Provinsi NTB segera menerbitkan status siaga darurat kekeringan. Sebab tiga kabupaten/kota di Pulau Sumbawa sudah dilanda bencana kekeringan.

”Sedang proses. Di data kita sudah ada tiga daerah yang terdampak,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi.

Gita mengatakan, koordinasi antisipasi bencana kekeringan telah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) di provinsi bersama kabupaten/kota. Sempat dihadiri juga dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di bulan Juli hingga Agustus, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika seharusnya sudah masuk puncak kekeringan, tidak demikian yang terjadi di lapangan.

Sebagian wilayah di NTB masih dilanda hujan. Menunjukkan adanya anomali cuaca. ”Sebagian wilayah memang sudah dilanda kekeringan, terlihat dari laporan yang kita terima. Tapi, lebih banyak juga yang masih ada hujan,” beber Gita.

Pemerintah melalui BPBD maupun Dinas Sosial (Dinsos) NTB telah mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD NTB per 29 Juli, Kabupaten Sumbawa, Kota Bima, dan Kabupaten Bima, merupakan daerah yang sudah dilanda kekeringan.

Di Kabupaten Sumbawa, kekeringan melanda 38 desa dan kelurahan di 23 kecamatan dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 69.688 orang di 17.417 kepala keluarga (KK). Kabupaten Bima, ada 20.918 jiwa atau 4.190 KK terdampak. Total terdapat 36 desa di 10 kecamatan yang dilanda bencana kekeringan.

Kemudian di Kota Bima, terdapat 25.854 jiwa atau 8.302 KK di 21 desa/kelurahan di lima kecamatan. Sehingga total terdampak kekeringan di tiga wilayah menjadi 116.440 jiwa di 38 kecamatan.

Kalak BPBD NTB Zainal Abidin mengatakan, baru satu wilayah yang menetapkan status siaga darurat per 29 Juli, yakni Kabupaten Sumbawa. Adapun Kota Bima menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan.

”Kabupaten Bima walau sudah terdampak, belum menetapkan status. Begitu juga tujuh daerah lain,” kata Zainal.

BPBD NTB terus melakukan monitoring terhadap kesiapan kabupaten/kota menghadapi bencana kekeringan. ”Sudah ada kabupaten/kota yang melakukan pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak kekeringan,” tandasnya. (dit/r5)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS