page hit counter

Terus Membaik, Mataram Berjuang Turunkan Level PPKM

MATARAM-Sejumlah kegiatan sosial di lingkungan dan aktivitas pusat perbelanjaan tetap dibolehkan. Menyusul status Kota Mataram masih dalam PPKM Level 3.

“Skenario PPKM Level 3 tetap kita laksanakan,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa pada Lombok Post di sela-sela melakukan rapat di Kantor Wali Kota Mataram, kemarin (24/8).

Ditegaskan, Kota Mataram sampai saat ini masih menerapkan PPKM Level 3. Hal itu sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 37 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan penyebarannya.

Dalam skenario PPKM level 3, kata dia, pusat-pusat perbelanjaan tetap bisa beroperasional sampai pukul 22.00 Wita. Begitu juga dengan kegiatan sosial masyarakat dibolehkan dengan cara dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan.

“Status ini akan menjadi motivasi kita untuk lebih giat lagi menurunkan level PPKM di Kota Mataram,” tutur pria yang juga menjabat kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram ini.

Dia menuturkan, penerapan PPKM Level 3 sudah ada kelonggaran. Pusat perbelanjaan diberikan relaksasi untuk bisa beroperasi. Begitu juga dengan kegiatan sosial di lingkungan diberikan kelonggaran.

Dia ingin perekonomian di Kota Mataram tumbuh. Dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes). “Kalau sampai semuanya ditutup, kasihan masyarakat,” tukasnya.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menegaskan, Kota Mataram masih pada PPKM Level 3. Itu sesuai dengan Instruksi Mendagri. “Ini harus kita perjuangkan. Sehingga level PPKM bisa turun lagi,” kata Aweng, sapaan karibnya.

Dia menuturkan, Pemkot Mataram terus berusaha dan berihtiar menurunkan level PPKM. Bahkan pihaknya kerap melakukan evaluasi terkait penanganan Covid-19. Ditanya soal Kota Mataram tidak turun level karena ketersediaan tempat tidur di atas batas aman WHO (world health organization) sebesar 69 persen. Aweng mengatakan, tidak ada indikator seperti itu.

Intinya, kata Aweng, RSUD Kota Mataram yang menjadi RS rujukan Covid-19 tidak boleh menolak orang sakit walaupun berasal dari luar Kota Mataram. “Mau siapapun tetap kita layani. Ini bagian dari komitmen kita,” tukasnya. (jay/r3)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS