page hit counter

Tersangka Dugaan Korupsi Bantuan Saprodi di Bima Tak Ditahan

MATARAM-Penyidik Polres Bima telah menetapkan mantan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bima berinisial MT sebagai tersangka. Dia terjerat kasus dugaan korupsi bantuan sarana produksi pertanian (Saprodi) di Kabupaten Bima tahun 2016.

Meski sudah ditetapkan tersangka, penyidik tidak menahan MT. Menurut penyidik tersangka masih kooperatif. ”Berdasarkan alasan objektif dan subjektif, kita tidak lakukan penahanan,” kata Kasatreskrim Polres Bima Iptu Adhar, Kamis (12/8).

Penyidik tidak khawatir tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, maupun mengulangi perbuatannya. Selama ini, tidak ada kendala dalam proses pemeriksaan. ”Saat kita panggil tersangka tetap datang memenuhi panggilan kita,” ujarnya.

Buktinya, saat dipanggil penyidik dalam proses pemeriksaan setelah berstatus tersangka, MT tetap hadir. ”Kalau menurut penyidik nanti perlu memanggilnya kembali, kita akan panggil lagi,” kata dia.

Untuk diketahui, Dinas Pertanian Bima mendapatkan anggaraan Rp 14,47 miliar untuk program bantuan saprodi kepada petani tahun 2016. Bantuan itu disalurkan ke 241 kelompok tani. Bantuan itu disalurkan melalui rekening kelompok tani. Selanjutnya kelompok tani membelanjakannya keperluan pertanian. Seperti pembelian benih padi, pupuk, pestisida dan herbisida sesuai rencana usaha kelompok (RUK).

Untuk mendapatkan pencairan dana, kelompok tani wajib membawa surat rekomendasi dari Dinas Pertanian. Memanfaatkan rekomendasi itu, MT memerintahkan stafnya untuk meminta kelompok tani penerima bantuan menyerahkan kembali uang yang diterima dengan dalih untuk pembayaran kepada rekanan.

Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 5,11 miliar. Kerugian negara itu muncul dari kekurangan volume dan realisasi yang tidak sesuai dengan pertanggungjawaban.

Adhar mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pemberkasan. Ada beberapa saksi yang bakal dimintai keterangan lagi. ”Nanti kalau sudah selesai pemberkasan, kita segera limpahkan ke jaksa untuk diteliti,” katanya. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS