page hit counter

Terduga Bos Illegal Logging Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polsek Narmada

MATARAM-Polsek Narmada telah menuntaskan penanganan kasus illegal logging di Dusun Pesorongan Jukung Selatan, Desa Lebah Sempaga, Lombok Barat (Lobar). Itu setelah bos perambahan hutan berinisial HA alias Oca menyerahkan diri ke Polsek Narmada, September lalu. Sebelumnya dia menjadi buronan selama delapan bulan.

Kapolsek Narmada Kompol I Nyoman Nursana mengatakan, terungkapnya peran Oca berawal dari penangkapan tiga pelaku illegal logging. Di antaranya Seniri, Sahri, dan Imran.

Ketiganya ditangkap di waktu terpisah. Awalnya Seniri ditangkap 25 Maret lalu. ”Pelaku pertama sudah divonis dan terbukti bersalah,” kata Nursana saat memberikan keterangan pers, kemarin (20/10).

Sementara Sahri dan Imran ditangkap Agustus 2021 lalu. Penyidik sudah melakukan tahap dua (pelimpahan barang bukti dan tersangka ke jaksa). “Sebentar lagi bakal disidang,” ujarnya.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari patroli yang dilakukan Polsek Narmada, Februari 2021 lalu. Mereka menemukan tumpukan kayu dan satu mesin saw mill di pinggir jalan.

Hasil penyelidikan, kayu jenis sengon dan kemiri tersebut merupakan hasil hutan. Selanjutnya Polsek Narmada berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. ”Kita lakukan pengukuran dan pengujian terhadap barang bukti kayu tersebut. Dan melakukan lacak balak,” terangnya.

Hasilnya, kayu dengan volume 34 meter kubik berasal dari hutan lindung. Masuk kawasan hutan Rinjani Barat RTK 01. “Atas dasar itulah kita melakukan penangkapan dan pengembangan. Saat kita ke rumah masing-masing pelaku, mereka kabur. Tetapi semua berhasil kita tangkap,” bebernya.

Terakhir peran Oca muncul sebagai pembeli dan pemesan kayu hasil hutan. Dia membeli kayu hasil hutan tersebut dengan harga Rp 5 juta. ”Kayu hasil hutan yang dibeli dengan harga segitu (Rp 5 juta) itu setelah diolah. Pembayarannya dilakukan setelah kayu itu laku dijual Oca,” kata Nursana.

Selama pelariannya, Oca pergi ke Sumbawa Barat. Namun menyerahkan diri setelah delapan bulan buron. “Ada itikad baik dari pelaku,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti Oca ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini Oca sudah ditahan. ”Berkasnya juga sudah dinyatakan lengkap (P21),” ujarnya.

Dia dijerat pasal 83 ayat (1) huruf A dan huruf B juncto pasal 12 huruf D dan huruf E Undang-undang Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman lima tahun. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS