page hit counter
Temuan Satgas Pangan NTB: Tabung Oksigen Langka, Obat-obatan Masih Aman

Temuan Satgas Pangan NTB: Tabung Oksigen Langka, Obat-obatan Masih Aman

MATARAM-Satuan Tugas (Satgas) Pangan NTB mengecek ketersedian tabung oksigen, obat-obatan, dan suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Mereka menyasar distributor, apotik, dan ritel modern di Mataram.

Pengecekan dipimpin Satgas Pangan NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra. Ikut turun Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman dan perwakilan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram. Mereka mengecek beberapa kebutuhan vital di masa pandemi Covid-19 pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali.

Pengecekan ketersediaan tabung oksigen dilakukan ke PT Ridho Ilahi Farma. Di kantor distributor yang berlokasi di Jalan Bung Karno, Pesongoran, Mataram, itu diketahui tabung oksigen di NTB langka.

“Kalau obat-obatan masih aman,” kata Ekawana usai melakukan pengecekan, Senin (5/7).

Meski tabungnya langka, namun pengisian ulang oksigen masih tersedia. Hanya saja, akan percuma oksigen tersedia sementara tabung tidak ada.

Kelangkaan tabung oksigen terjadi sejak April 2021. Stok dari distributor besar di Jawa sudah habis. ”Sehingga, di sini juga tidak bisa menjual tabung oksigen,” kata direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB itu.

Dari pengecekan itu tidak ada ditemukan adanya penimbunan tabung oksigen. Kendati demikian, Satgas Pangan tetap melakukan pemantauan. ”Sudah ada tim di lapangan yang bekerja melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Ekawana mengatakan, saat ini tabung oksigen sangat dibutuhkan untuk menangani Covid-19. Sehingga jika ditemukan ada penimbunan, pihaknya akan menindak tegas. ”Jangan sekali-kali ada penimbunan. Karena saat ini masih masa pandemi,” peringatnya.

Usai memantau ketersediaan tabung oksigen, Satgas Pangan menuju Apotik Yasir di kompleks pertokoan Sweta. Di tempat dsitributor itu diketahui obat-obat generik masih tersedia. ”Harganya juga masih di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi),” terangnya.

Dari keterangan distributor obat-obatan, semenjak Covid-19 banyak dicari vitamin. Terutama vitamin C, D, dan zink. ”Semua obat-obatan masih tersedia,” kata dia.

Begitu juga dengan stok pangan masih tersedia. Meskipun PPKM darurat diberlakukan di wilayah Pulau Jawa dan Bali. ”Stok pangan aman,” tegasnya.

Kendati demikian, penyelidikan di lapangan harus tetap ditingkatkan. Mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kita antisipasi adanya panic buying. Semoga tidak ada hal seperti itu,” harapnya.

Sebelumnya Custumer Service Officer (CSO) PT Ridho Ilahi Farma Karlina Nuriyanti mengatakan stok tabung oksigen memang sudah habis. Tidak ada pengiriman dari distributor sejak April lalu. ”Sudah tidak ada tabung oksigen,” kata Karlina.

Dia tidak mengetahui penyebabnya. Termasuk apakah kelangkaan tabung oksigen itu karena peningkatan jumlah orang terpapar Covid-19. “Yang pasti sudah tidak ada stok yang tersedia,” jelasnya.

Perusahaannya biasa menyuplai kebutuhan tabung oksigen ke apotik, rumah sakit, dan klinik yang memiliki izin resmi. Permintaan pembelian tabung oksigen sebenarnya meningkat, tetapi perusahaannya tidak memiliki stok. ”Terakhir kita punya stok dua tabung oksigen. Sudah habis pekan lalu,” bebernya.

Terpisah, Yasser Thariq Hayaza, pemilik Apotik Yasir mengatakan, untuk mengobati Covid-19 biasanya orang digunakan Azithromycin Dihydrate. Namun, tidak banyak yang mencari obat generic tersebut. ”Obat itu masih aman. Saya tanyakan ke distributor tidak ada kenaikan harga meskipun dalam masa pandemi Covid-19,” tutur Yasser

Biasanya, saat kelangkaan obat-obatan, Yasser berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Mataram dan BBPOM di Mataram. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS