page hit counter

Warta Mataram – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyayangkan surat terbuka Inspektur Kodam atau Irdam Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar yang ditujukan kepada Kapolri. 

Dia menyarankan agar adanya koordinasi antar-satuan TNI-Polri baik di tingkat atas hingga bawah.

“Situasi di atas sesungguhnya tidak boleh terjadi. Ini masalah koordinasi saja. Saya sarankan perlu ada kordinasi yang intens dan lebih terbuka (sesuai aturan perundang-undangan yang ada). Jangan ada kesan kedua lembaga ini saling bersaing dan tak pernah akur,” kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

Untuk diketahui, surat terbuka Brigjen Junior itu terkait pembelaan sang Babinsa kepada warga bernama Ari Tahiru terkait permasalahan lahan.

Surat yang ditulis Junior dengan tembusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen Wanti Waranei Franky Mamahit ini akhirnya viral di media sosial hingga menimbulkan kegaduhan

Lebih lanjut, Hasanuddin mengatakan kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota TNI, silakan diproses tanpa keraguan.

“Tapi ikuti prosedurnya, tinggal penyidik koordinasi dengan Denpom setempat. Nanti lakukan penyidikan bersama. Selesai itu,” katanya.

Sebaliknya, menurut dia, jika ada permasalahan antarinstansi sebaiknya tak perlu dibuat surat terbuka ke publik yang membuat kegaduhan. Hasanuddin menyarankan agar dibuat surat tertutup kepada penyidik yang ditembuskan pada Kapolda dan Denpom setempat.

“Saya yakin semuanya akan baik-baik saja bila semua pihak mampu menempatkan diri dan menghormati aturan perundang-undangan yang berlaku. Ke depan, dengan koordinasi yang intens di semua lapisan maka semua akan baik-baik saja, kasus ini ke depan. Jangan terulang lagi,” ujarnya.

Brigjen Tumilaar mengakui surat tersebut ditulis sendiri pada 15 September 2021. Dia berharap Kapolri merespons surat tersebut.

“Benar saya yang tulis itu, tanggal 15 September. Benar saya yang tulis surat itu dengan tembusan TNI, Kasad. Yah itulah. Memang benar surat saya. Yah harus ditanggapi oleh Kapolri,” kata dia.

“Jawab saja surat saya itu. Tolong presisi di mana, sinergitas di mana itu,” imbuhnya.

Di dalam suratnya, Brigjen Junior mengatakan Babinsa sebagai bagian dari sistem pertahanan negara di darat. Dia mengatakan para Babinsa diajari untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Kemudian, dia mengatakan Ari Tahiru sudah ditahan sekitar 15 hari karena masalah sengketa tanah dengan perusahaan pengelola perumahan. Ari lalu meminta pertolongan kepada Babinsa.

Junior mengatakan Babinsa lalu dipanggil ke Polresta Manado. Dia juga menyoroti soal Brimob Polda Sulut yang mendatangi Babinsa saat bertugas di tanah Edwin Lomban. Brimob itu juga disebutnya dipanggil ke Polresta Manado.(detik)
CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS