Oleh: Aldo el-Haz Kaffa
Pendiri & Presiden Panggung Inspirasi Bisnis (PIB)
Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kota Mataram tak boleh stagnan. Apalagi Kota Mataram merupakan ibukota Provinsi yang menjadi barometer pembangunan di NTB. Membangun Kota Mataram harus inovatif dan membuka ruang ekspresi untuk ide-ide kreatif. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk Mataram yang lebih maju dan inovatif. Dimulai bisa dari hal sederhana saja yang terpenting ada goodwill dari pemerintah selanjutnya.
Penataan lingkungan di Kota Mataram mestinya bisa disinergikan dengan aspek pariwisata dan juga ekonomi kreatif ke depan. Salah satu yang akan didorong adalah bagaimana meningkatkan fungsi sungai di Kota Mataram yang dikolaborasikan dengan pariwisata, kuliner, dan juga ekonomi kerakyatan.
Di Kota Mataram program kebersihan sungai sebarnarnya sudah mulai berjalan. Hanya saja, belum ada inisiasi yang membuat hal ini semakin maksimal untuk masyarakat yang lebih luas. Sungai yang sudah bersih ini sebenarnya bisa disebar bibit ikan air tawar yang punya nilai jual. Kemudian ini bisa menjadi lokasi yang hidup, karena banyak warga Kota ini yang hobby memancing ikan. Dengan begitu, kondisi sekitar sungai pun akan mulai ramai dan menjadi pusat-pusat rekreasi minat khusus.
Setelah semua terbentuk, maka masyarakat di sekitar sungai bisa menggunakan peluang untuk mulai membuka usaha kuliner dan UMKM lainnya di sekitar sungai. Selain menjadi pusat pemancingan dan kuliner, lokasi-lokasi semacam ini akan menumbuhkan citra pariwisata juga di Kota Mataram.
Itu baru satu contoh, bagaimana mengembangkan ekonomi dari sungai yang ada di Mataram. Jadi dari sisi lingkungan kita masuk, dan dampak multiplier efect juga akan terasa bagi masyarakat sekitar kawasan sungai.
Pola sinergi antar sektor ini akan sangat bermanfaat bagi pelestarian lingkungan secara berkesinambungan. Sebab, untuk urusan kebersihan sungai, masyarakat pasti akan berpartisipasi aktif karena ada manfaat ekonomi bagi mereka. Sehingga masyarakat sekitar sungai itu bisa merasa memiliki dan mengjaga kebersihan sungai secara mandiri, dengan kata lain ini juga mengedukasi masyarakat kita tentang pentingnya menjaga kebersihan.
Inisiatif-inisiatif publik juga harus didorong dalam pengembangan kemajuan Kota Mataram. Harus lebih banyak dibentuk ruang terbuka publik, taman-taman rekreasi dan semacamnya, sebagai wadah generasi muda berekspresi dan berkegiatan, agar kesan Kota Mataram tidak gelap dan sunyi di malam hari.
Seperti kota besar lainnya, harus mulai tumbuh inisiatif publik di Kota Mataram ini. Sebagai ibukota NTB harusnya Mataram ini tetap terang dan banyak aktivitas meski malam hari. Jika hal ini dikembangkan, maka peluang-peluang lain akan terbuka juga. Seperti lapangan pekerjaan di sektor industri kreatif, dan juga destinasi-destinasi wisata baru di wilayah perkotaan. Dampak multiplier efect secara ekonomi ini yang harusnya didorong dalam pengembangan Kota oleh pemimpin Mataram ke depan.
Yang jelas, Mataram harus bisa lebih inovatif, lebih maju, dan lebih kaya dengan ide-ide pembangunan tepat guna yang memastikan kemungkinan warganya makmur dan bahagia.