page hit counter
Tagar ‘percuma lapor Polisi’ trending, ini asal usul sedih di baliknya

Tagar ‘percuma lapor Polisi’ trending, ini asal usul sedih di baliknya

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Pixabay

Tagar ‘percuma lapor Polisi’ kini ramai diperbincangkan publik. Ini terkait kasus pemerkosaan ayah kandung terhadap tiga anak kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang justru dihentikan proses penyelidikannya.

Sang ayah, diketahui merupakan aparatur sipil negara di pemerintah daerah setempat. Tagar ‘percuma lapor Polisi’ sendiri berawal dari perjuangan seorang ibu yang sejak 2019 telah berupaya melaporkan kejadian yang menimpa tiga anaknya.

Ketiga anak kandungnya diduga diperkosa oleh ayahnya sendiri. Akan tetapi sampai pada tingkat kepolisian daerah, Polda Sulawesi Selatan justru selaras dengan langkah Polres Luwu Timur yang justru memilih menghentikan proses penyelidikan tersebut.

Diketahui, kasus pemerkosaan ayah kandung terhadap anaknya sendiri itu viral diperbincangkan publik. Kisah terkait hal itu tayang dalam artikel ‘Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan’ yang diterbitkan Projectmultatuli.org pada hari Rabu 6 Oktober 2021.

Kisah ini menjadi makin viral usai diterbitkan ulang media nasional besok harinya. Cerita viral bermula adanya artikel berisikan investigasi tentang adanya dugaan pemerkosaan seorang ayah terhadap ketiga anaknya sendiri. Akan tetapi, laporan tersebut dihentikan pihak kepolisian.

Disebutkan, laporan tersebut dianggap kurang memiliki bukti kuat. Sontak, warganet pun beraksi keras dengan tindakan pihak kepolisian yang menerima laporan sejak 2019 tersebut.

Alhasil, tagar ‘Percuma Lapor Polisi’ pun langsung digaungkan oleh warganet sebagai bentuk dukungan terhadap korban kasus tersebut dan agar pihak kepolisian melakukan tindakan terhadap pelaku.

“Ini alasan kenapa gw ga mau anak gw jadi polisi, gw takut anak gw yang gw didik jadi anak baik, kehilangan hati nuraninya di lembaga itu. Karena gw mengalami betapa sulitnya gw melapor atas kehilangan barang, KDRT, dan nangkep maling pun harus bayar,” komentar akun @rj_winter90.

“Take a moment to read and rt the op to help boost the news and to pressure the police & government officials!” komentar akun @milkmug.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS