page hit counter

Warta Mataram -Keinginan masyarakat untuk memberikan suaranya dalam perhelatan Pemilihan Presiden masih cukup tinggi. Setidaknya itulah yang tergambar dari hasil kajian teranyar Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) jika Pilpres dilakukan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Sebanyak 76,8 persen responden menyatakan akan memilih; lalu 12,8 persen belum/tidak akan menentukan pilihannya; dan  10,4 persen tidak menjawab.

Kepada 76,8 persen responden tersebut kemudian ditanyakan bagaimana jika Ketua Umum Parpol yang akan diusung dalam Pilpres 2024 dan dilakukan Pilpres pada hari ini. Hasilnya, nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi pilihan terbanyak.

Airlangga meraih 30,70%, disusul Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (20,20%), Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (7,20%), Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (14,30%), dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (10,80%).

Kemudian Ketum PKS Ahmad Syaiku (7,20%), Ketum Nasdem Surya Paloh (4,20%), Ketum PAN Zulkifli Hasan (4,30%), dan Ketum PPP Suharso Manoarfa (1,10%).

“Hasil survei menunjukan dukungan masyarakat atau kecenderungan pilihan masyarakat disaat pandemik Covid-19 kepada Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar menjadi presiden sebagai suksesor Jokowi menempati urutan tertinggi,” ujar Direktur Pusat Data LKPI, Alamsyah Wijaya, dalam keterangannya, Selasa (26/10).

 

Survei LKPI bertajuk “Mengukur Persepsi/Opini Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah Dan Kondisi Politik Nasional Di Era Covid 19” ini bertujuan untuk memotret kondisi sosial, ekonomi, dan politik selama terjadi pandemi Covid-19.

Sampel survei berjumlah 1.820 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, dengan margin of error (MoE) sebesar ±2,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara pengumpulan data dilakukan pada 10 hingga 24 Oktober 2021 melalui wawancara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat oleh enumerator dengan instrumen kuesioner. (RMOL)
CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS