page hit counter
Sudah Dilimpahkan ke JPU, Empat Tersangka Kasus Jagung Segera Disidang

Sudah Dilimpahkan ke JPU, Empat Tersangka Kasus Jagung Segera Disidang

MATARAM-Empat tersangka dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017 dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), Rabu (4/8). Mereka mengurus administrasi pelimpahan tahap kedua di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

Mereka tiba di kantor Kejari Mataram di kawasan Lingkar Selatan sekitar pukul 08.45 Wita. Masing-masing didampingi penasihat hukumnya.

”Tahap dua-nya sudah selesai,” kata Kepala Kejari Mataram Yusuf.

Saat ini tim JPU masih menyusun berkas dakwaan untuk proses persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram. “Secepatnya kita akan kirim berkas ke pengadilan,” kata Yusuf.

Diketahui, dalam kasus tersebut penyidik Kejati NTB menetapkan empat tersangka. Di antaranya, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB berinsial HF; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial IWW; Direktur PT SAM berinisial AP; dan Direktur PT WBS berinisial LIH.

Pada pengadaan benih jagung, Kementerian Pertanian menggelontorkan anggaran Rp 48,25 miliar. Tahap pertama dikerjakan PT SAM dengan anggaran Rp 17,25 miliar untuk pengadaan 480 ton benih jagung. Tahap kedua dikerjakan PT WBS dengan anggaran Rp 31 miliar untuk 840 ton benih jagung.

Dalam proyek itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara Rp 10,6 miliar.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, kerugian negara proyek tersebut mencapai Rp 27,3 miliar. Kerugin negara dihitung dari benih jagung yang rusak dan gagal tumbuh serta adanya sertifikat palsu. Rekanan telah mengembalikan kerugian negara melalui Itjen Kementerian sejumlah Rp 10,6 miliar.

Yusuf mengatakan, penahanan tersangka masih dititip di tahanan Polda NTB dan Mapolresta Mataram. ”Nanti akan kita perpanjang lagi masa penahanannya,” ujarnya.

Penasihat hukum tersangka LIH, Kurniadi mengatakan kliennya sudah menjalani proses penyidikan sesuai prosedur. ”Selama ini kita tetap kooperatif,” kata Kurniadi.

Dia tidak berkomentar banyak terkait kasus tersebut. Yang pasti, dia sudah menyiapkan “senjata” untuk menghadapi JPU di pengadilan. ”Nanti semua akan kita buka di persidangan,” tutupnya. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS