page hit counter
Suasana Masjidil Haram mendadak banyak petugas copot simbol ini

Suasana Masjidil Haram mendadak banyak petugas copot simbol ini

Petugas masjidil haram

Suasana Masjidil Haram mendadak ramai dengan kehadiran petugas yang beramai-ramai copot simbol yang berada di lantai tanah suci bagi umat Islam tersebut.

Para petugas yang mencopot simbol yang telah ada sejak beberapa bulan, mendapat perhatian bagi umat muslim seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia yang ramai memberitakan petugas mencopot simbol social distancing.

Banyaknya petugas yang dilibatkan untuk mencopot posisi jarak antar jamaah yang melaksanakan shalat di Masjidil Haram, menandakan kondisi yang lebih membaik pasca negara Arab Saudi juga dihantam pandemi.

Petugas masjidil haram
Petugas masjidil haram Foto: dok. gph.gov.sa

Wakil Sekretaris Jenderal Manajemen Jemaah di Kepresidenan, Insinyur Osama bin Mansour Al-Hujaili, menegaskan bahwa sejak awal pandemi Kepresidenan telah bekerja untuk menerapkan sejumlah tindakan pencegahan dan langkah-langkah mengupayakan keselamatan pengunjung Masjidil Haram. Salah satunya poster physical distancing yang disebar di seluruh Masjidil Haram.

Meski demikian warga yang diperbolehkan melakukan ibadah di Masjidil Haram harus terlebih dahulu membuktikan diri sudah melakukan vaksinasi.

Kondisi kota suci makkah yang masih tertutup
Ka’bah di Mekkah. Foto: Middle East eye

Simbol Social distancing ustaz di Indonesia terima kabar baik

Kabar Masjidil Haram sudah tidak lagi menerapkan social distancing bagi jamaah yang melakukan shalat, sudah sampai ke Indonesia. Menurut Ustadz Najmi Fathoni yang juga sebagai pembimbing Haji Umroh Al-Malik menilai jika hal ini sebagai kabar gembira.

Menurutnya meski simbol social distancing sudah di copot, kabar yang didapat dari koleganya di Arab Saudi, penerapan protokol kesehatan tetap berjalan di Masjidil Haram. Meski demikian di tempat terbuka Arab Saudi telah menerapkan non masker, namun di dalam ruangan tetap harus menggunakan masker.

“Betul sekali ini menjadi kabar baik tentunya, dimana ibadah di Masjidil Haram tidak lagi menerapkan social distancing, namun di luar ruangan diperbolehkan lepas masker namun dalam ruangan masker harus digunakan.” jelasnya kepada Hops.id Minggu 17 Oktober 2021.

Ustaz Najmi
Ustaz Najmi foto: Sindo

Dengan dilepaskan tanda social distancing, dinilai pria kelahiran Pandeglang, Banten ini memungkinkan setiap muslim yang akan melaksanakan shalat di masjidil haram bisa merapatkan shaff karena kondisi covid-19 yang sudah mulai normal.

Kondisi normal ini juga menjadi kabar baik bagi umat muslim di Indonesia, dimana ibadah haji dan umroh bisa kembali normal dan dilaksanakan jamaah yang dalam satu tahun ini harus tertunda karena penerapan lockdown yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi.

Karena bagaimanapun Keputusan Kerajaan Arab melakukan lockdown untuk jamaah haji dan umroh merupakan yang terbaik, karena meninggalkan bahaya lebih utama daripada mengambil manfaat.

“Tentu ini juga menjadi kabar baik bagi para jamaah yang akan melaksanakan ibadah Haji dan umrah, karena kita pasti berdoa kondisi ini sebagai tandai segera normal kembali.” pungkasnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS