page hit counter
SMAN 1 Kota Bima Siap Jadi Sekolah Penggerak

SMAN 1 Kota Bima Siap Jadi Sekolah Penggerak

KOTA BIMA-SMAN 1 Kota Bima terus mematangkan persiapan setelah ditetapkan sekolah penggerak. ”Kami telah melaksanakan diklat sekolah penggerak di ruang rapat sekolah,” terang Kepala SMAN 1 Kota Bima Dedy Rosadi, (20/6).

Pada koran ini dijelaskan, diklat berlangsung 10 hari, 9-19 Juni. Melibatkan 14 peserta, terdiri dari 12 guru, seorang kepala sekolah, dan seorang pengawas sekolah pembina.

Diklat sekolah penggerak bertujuan menguatkan SDM yang ada di sekolah melalui pelatihan dan pendampingan. ”Selama kegiatan ini, kami menggunakan platform belajar berupa Learning Managament System (LMS) Program Sekolah Penggerak (PSP) dan difasilitasi oleh instruktur,” terang dia.

Kegiatan ini merujuk pada filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang harus di tanamkan untuk di terapkan Sekolah Penggerak. ”Pengajaran yang berpusat pada guru menjadi perihal utama, untuk menciptakan sekolah yang merdeka,” ujarnya.

Diklat ini dinilai sangat penting. Sebagai upaya sekolah menyeragamkan visi dan pemahaman. Muaranya, demi meningkatnya kualitas pendidikan yang diberikan ke siswa SMAN 1 Kota Bima.

Selama diklat peserta diberikan materi, untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengembangkan sekolah. ”Kami adalah ujung tombak yang menggerakkan sekolah agar lebih maju. Hakikat pendidikan harus kami pahami lebih dalam lagi sehingga kami dapat menjadi penuntun yang baik bagi peserta didik kami,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB Mohamad Mustari mengapresiasi langkah sekolah itu. Sekolah yang ditetapkan sebagai pelaksana Program Sekolah Penggerak akan menjalankan program Kemendikbud selama tiga tahun. Tahapan awal akan dimulai tahun ajaran baru 2021/2022 ini.

Kemendikbud akan mengintervensi lima jenis program yang saling terkait. Pendampingan konsultatif dan  asimetris, penguatan SDM sekolah, hingga pembelajaran kompetensi holistik. Berikutnya, perencanaan berbasis data yang menitikberatkan pada manajemen berbasis sekolah. Terakhir, ada program digitalisasi sekolah. ”Semua intervensi yang dilakukan Kemendikbud, bertujuan meningkatkan mutu dan pendidikan sekolah tersebut,” jelasnya. (yun/r9)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS