page hit counter

Setelah Cekcok, Pria di Gubuk Mamben Mataram Bunuh Adik Ipar

MATARAM-Entah apa yang merasuki pikiran pria berinisial HN alias Nan ini. Dia menikam adik iparnya berinisial F yang sedang tidur hingga tewas, Selasa dini hari (21/9). Peristiwa ini langsung menggemparkan Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Mataram, tempat tinggal pelaku dan korban.

“Sebelumnya mereka sempat cekcok karena persoalan pembuangan sampah. Tetapi dilerai masyarakat,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa di lokasi kejadian, kemarin.

Meski telah dilerai, namun pasca cekcok Senin (20/9) siang itu Nan masih menyimpan dendam. Hingga Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, Nan mendatangi rumah F yang bersebelahan dengan rumahnya. Dia datang sambil membawa pisau yang sudah diasah.

Dia pun masuk ke rumah korban. Di dalam, dia melihat korban sedang tidur bersama suaminya di ruang tamu. Tanpa berpikir panjang, dia menghujamkan pisau yang dibawanya ke tubuh korban dengan membabi buta.

”Hasil visum luar ada 15 tusukan di tubuh korban,” ungkap Kadek Adi di sela-sela olah kejadian tempat perkara.

Pelaku yang kesehariannya sebagai tukang asah pisau itu menusuk bagian perut hingga dada korban. Korban pun teriak kesakitan.

Suami korban yang terbangun dari tidurnya langsung mengejar pelaku ke rumahnya. Linglung, suami korban pun meminta pertolongan warga untuk menyelamatkan istrinya. ”Tetapi, korban sudah meninggal dunia di tempat,” beber Kadek Adi.

Tindakan Nan terhadap adik iparnya itu langsung memantik emosi warga. ”Ketika kami datang suasana sudah ramai. Massa ingin membunuh pelaku,” jelasnya.

Polsek Pagutan menerima laporan kalau ada peristiwa pembunuhan di Gubuk Mamben. Dengan cepat, polisi turun ke lokasi untuk menenangkan waraga. Pelaku pun berhasil diamankan dari amukan massa. ”Kita amankan pelaku ke Mapolresta Mataram,” ujarnya.

Kadek Adi menuturkan, dari pengakuannya pada polisi, pelaku memang sudah lama menyimpan dendam terhadap korban. Alasannya, pelaku sering dihina korban. “Katanya pelaku sering dibilang sampah oleh korban,” kata Kadek Adi menerangkan hasil interogasi penyelidik terhadap pelaku.

Kini, Nan sudah ditahan di Rutan Mapolresta Mataram. Pelaku terancam hukuman penjara seumur hidup. Dia dijerat pasal 340 dan atau pasal 338 KUHP.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan pisau yang digunakan pelaku menikam korban. Juga ada senjata tajam jenis tombak. ”Tombak itu digunakan untuk melindungi diri dari amukan massa,” bebernya. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS