page hit counter

Sektor Pendukung Pariwisata Masih Hadapi Tantangan Berat

MATARAM-Ekonomi tumbuh positif sebesar 4,68 persen di triwulan II di NTB berkat kebijakan fiskal yang ekspansif berupa tambahan alokasi belanja. Sekaligus upaya percepatan belanja dari kementerian/lembaga di NTB.

Di balik tumbuhnya perekonomian NTB, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB Sudarmanto mengatakan, sektor yang mendukung pariwisata masih menghadapi tantangan berat. Sektor pariwisata harus beradaptasi dengan perubahan perilaku, imbas dari pandemi covid.

”Kita cari solusi bersama agar sektor yang mendukung industri pariwisata bisa bangkit kembali,” kata Sudarmanto dalam diskusi Membangkitkan Kembali Industri Pariwisata di NTB, Jumat (8/10).

Secara umum, hingga triwulan II tahun 2021 konsolidasian antara APBN dan APBD di NTB tumbuh 6,87 persen, dibandingkan periode serupa pada tahun lalu.

Adapun untuk dukungan APBN pada sektor pariwisata mencapai Rp203,17 miliar, diwujudkan melalui alokasi belanja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Ada juga DAK Fisik pariwisata Rp 28,67 miliar.

Kemudian infrastruktur yang menunjang pariwisata Rp 1,05 triliun melalui Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Serta realisasi Kredit Usaha Rakyat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebanyak Rp 63,7 miliar.

Dengan dukungan tersebut, pariwisata NTB mulai menggeliat. Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis, BPS NTB I Gusti Lanang Putra mengatakan, geliat pariwisata terlihat dari indikator mobilitas penduduk. Ditambah tingkat penghunian kamar (TPK), di hotel bintang maupun non bintang. ”Di triwulan II ini ada peningkatan aktivitas untuk indikator tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ekonom Prof Mansur Afifi menyebut, ekonomi yang mulai pulih masih dibayangi munculnya varian delta. Namun demikian perkembangan terbaru kasus harian covid global hingga September ini sudah mulai menurun. Menandakan harapan akan pulihnya perekonomian, yang diharapkan berlanjut ke triwulan III.

Hal ini memberi harapan kepada sektor-sektor yang mendukung industri pariwisata, seperti sektor akomodasi makan dan minum. Ditambah dengan pengembangan destinasi wisata unggulan di NTB yaitu tiga gili di Lombok Utara, KEK Mandalika, dan Rinjani Geopark.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Yusron Hadi mengatakan, pandemi covid sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat yang mengandalkan sektor pariwisata. Padahal mengalami perkembangan yang luar biasa di bidang pariwisata, terutama dengan munculnya berbagai varian destinasi wisata.

Jika sebelumnya hanya mengandalkan wisata alam, saat ini destinasi sudah bergeser kepada kombinasi antara sport, even, dan wisata alam. ”Tantangan ke depan ini, pemerintah harus bisa menghadirkan pariwisata di masa pandemi,” katanya.

Upaya tersebut coba diwujudkan pemerintah bersama stakeholder lain dengan membangun zona hijau. Menggenjot vaksinasi di destinasi wisata. Promosi juga terus digencarkan, apalagi ada dua event internasional yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Tak kalah pentingnya, event yang sudah direncanakan harus bisa dieksekusi dengan sempurna. Dengan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (dit/r5)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS