page hit counter

Sejarah Tercipta di Mimika

MATARAM-Lima cabang olahraga yang diikuti di NTB dipertandingkan di Kluster Mimika. Dari jumlah tersebut, sebagian besar cabor atletik, panjat tebing, tarung derajat, dan futsal berkontribusi dalam perolehan medali NTB.

Di sana, mereka mengumpulkan 21 medali bagi NTB pada PON XX Papua/2021. Hanya satu cabor yang tidak meraih medali yakni cabor biliar.

Perolehan medali pertama NTB di PON Papua berasal dari cabor futsal. Tim futsal NTB berhasil meraih medali perunggu pertama. Raihan medali dari cabor futsal ini turut mengukir sejarah pribadi untuk cabor tersebut.

”Ini pertama kalinya futsal turun di PON. Alhamdulillah bisa dapat medali perunggu,” ujar Pelatih Futsal NTB Achmad Fauzan Azim.

Pria yang akrab disapa Ojan ini menjelaskan, target awal tim futsal NTB adalah masuk dalam empat besar. Ini sudah bisa dicapai kemudian bisa mendapatkan perunggu setelah mengalahkan Jawa Timur di perebutan medali perunggu. ”Persiapan panjang yang dilakukan membuahkan hasil yang bagus,” katanya.

Dari cabor panjat tebing, NTB meraih tiga medali. Terdiri dari dua medali emas dan satu medali perak. Dua medali emas diraih dari nomor boulder beregu putri melalui atletnya, Nurul Iqamah, Ayu Fathullah, Anggun Yolanda, dan Ade Irma Suryani. Serta satu medali emas dari nomor individu combined putri yang dipersembahkan Nurul Iqamah.

Sedangkan satu medali perak diraih cabor panjat tebing dari nomor speed WR relay putri melalui Anggun Yolanda, Ade Irma Suryani, dan Nurul Iqamah. Tiga medali yang diraih cabor panjat tebing ini meningkat dari raihan PON Jabar/2016.

Saat itu, cabor panjat tebing meraih satu medali perunggu dari Nurul Iqamah di nomor boulder individu putri. ”Ini sejarah baru bagi panjat tebing dan akan diukir dengan tinta emas,” ujar Pelatih Panjat Tebing NTB Ari Purnomo.

Hasil yang sudah diraih ini merupakan bukti dari proses yang sudah dijalani atlet-atlet panjat tebing. Mereka konsekuen dan tetap disiplin menjalani proses latihan yang berat.

Selanjutnya, cabor atletik membuktikan diri sebagai cabor unggulan NTB. Cabor atletik yang dipertandingkan di Kluster Mimika ini menyumbangkan 13 medali bagi NTB pada PON Papua XX/2021.

Perolehan medali cabor atletik menjadi yang terbanyak dari seluruh cabor yang diikuti NTB di PON Papua. 13 medali terdiri dari 6 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Enam medali emas dari cabor atletik diraih Lalu Muhammad Zohri di dua nomor yakni 100 meter dan 200 meter; dua medali emas dari Sapwaturrahman di nomor lompat jangkit dan lompat jauh; satu medali emas dari Ridwan di nomor 1.500 meter; dan satu medali emas dari Dian Ekayanti di nomor3 ribu halang rintang.

Jumlah medali emas di PON Papua Papua/2021 meningkat dari raihan di PON Jabar/2016 sebanyak lima medali emas.

Raihan enam medali emas ini melampaui target yang ditetapkan cabor atletik di PON Papua. Atletik menetapkan target lima medali emas dan berhasil meraih enam medali emas.

Empat medali perak dari cabor atletik diraih I Dewe Ayu Aryanti pada nomor tolak peluru putri; Sudirman Hadi dari nomor 100 meter putra; Dian Ekayanti dari nomor 1.500 meter putri; dan Rohani di nomor lompat jauh putri.

Selanjutnya tiga medali perunggu dari cabor atletik disumbangkan Andrian yang turun di nomor 400 meter gawang putra; Rohani dari nomor 100 meter gawang putri; Serta tim estafet 4×100 meter putra yang diperkuat Lalu Muhammad Zohri, Sapwaturrahan, Fadlin, dan Iswandi. ”Secara nasional untuk cabor atletik NTB beradai di peringkat ketiga,” ujar Pelatih Atletik NTB H Muhdar.

Untuk peringkat pertama di cabor atletik secara nasional ditempati Jawa Barat dengan 11 medali emas dan 5 medali perak. Sedangkan peringkat kedua nasional adalah DKI Jakarta dengan 6 medali emas, 5 medali perak dan 8 medali perunggu. ”Atletik NTB sudah memenuhi targetnya. Ini berkat doa dan dukungan dari masyarakat NTB. Serta kerja keras atlet-atlet kita,” katanya.

Terakhir, cabor tarung derajat berhasil meraih empat medali di PON Papua. Terdiri dari satu medali emas dan tiga medali perunggu. Medali emas didapat Julyana Amelia Dewi yang turun di kelas 62,1-66 kilogram. Sedangkan tiga medali perunggu diraih Dedi Iswari di kelas 70,1-75 kilogram, Suryati di kelas 54,1-58 kilogram, dan Kurniawan di kelas 75,1-80 kilogram.

Raihan medali yang disumbangkan cabor tarung derajat mengalami penurunan. Pada PON Jabar 2016, tarung derajat meraih dua medali emas, tiga perak dan dua perunggu.

Sedangkan di PON Papua, tarung derajat meraih satu medali emas dari Julyana dan tiga medali perunggu dari Kurniawan, Dedi Iswari, dan Suryati. ”Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan ini,” katanya.

Khaer menjelaskan, faktor utama adalah penurunan jumlah kuota yang diberikan kepada provinsi untuk PON Papua. NTB hanya mendapatkan kuota enam atlet. Sedangkan di PON Jabar, NTB mendapatkan kuota 10 atlet.

Penurunan medali emas ini tidak hanya dialami NTB. Sejumlah provinsi yang biasa menjadi unggulan juga mengalami defisit. Seperti Jawa Timur yang selama ini menjadi juara umum di tarung derajat tidak mendapatkan medali emas. Termasuk Jawa Tengah juga tidak bisa mendapatkan medali emas, hanya bisa meraih medali perunggu. (puj/r8)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS