page hit counter
SBY disebut rampok duit rakyat hingga diskriminasi ke NU: Saya rakyat jelata korbannya!

SBY disebut rampok duit rakyat hingga diskriminasi ke NU: Saya rakyat jelata korbannya!

Mantan Presiden SBY. Foto: Ist.

Profesor Bidang Kajian Tumur Tengah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ayang Utriza Yakin menyebut bahwa Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah rampok duit rakyat hingga lakukan diskriminasi ke Nahdlatul Ulama (NU).

Hal tersebut disampaikan dalam sejumlah kicauan di akun jejaring media sosial Twitter pribadinya hingga menimbulkan polemik dengan politisi Demokrat Rachland Nashidik.

Mantan Presiden SBY. Foto: Antara
Mantan Presiden SBY. Foto: Antara | SBY disebut rampok duit rakyat hingga diskriminasi ke NU

Awalnya persoalan ini bermulai dari cuitan Ayang yang menyebut bahwa Soeharto merampok duit rakyat NKRI sebesar 35 milyar dolar AS.

Kendati demikian kicauannya itu kini sudah tak dapat diakses karena telah dihapus.

Namun, Ayang kembali membalas dengan mengatakan bahwa dia tidak menuduh. Bahkan dia sendiri jadi korban kekejaman korupsi era Soeharto dan SBY.

“Kok menuduh Pak? Itu kenyataan? Saya korban kekejaman dan korupsi Soeharto dan SBY! Saya rakyat jelata, seperti kebanyakan orang,” kiaunya dikutip hops pada Jumat, 13 Agustus 2021.

Kemudian dia pun membahas soal kekejaman yang diklaimnya telah dilakukan oleh Soeharto dan SBY kepada NU.

“Anda ini orang NU, tapi lupa kekejaman Soeharto dan diskriminasi SBY ke NU ya? Ribuan kyai/ulama NU dibantai Soeharto! Ratusan ribu orang NU jadi korban! NU dan Gus Dur dihajar habis-habisan! Puluhan juta anggota NU dikucilkan! Ingat itu!,” tegas Ayang.

Tuduhan serius bakal dilaporkan ke pihak yang berwenang

Menanggapi serangan terhadap Ketua Majelis Tinggi partainya, Rachland sebagai kader Demokrat pun mengatakan bahwa tudingan Ayang itu sangat serius.

“Saya minta Anda buktikan bahwa SBY korupsi. Silahkan buka. Beban pembuktian ada pada orang yang menuduh. Saya beri Anda 2 x 24 jam. Atau kami akan ambil langkah hukum,” ujar Rachland membalas melalui akun Twitter Rachlannashidik, mengutip Terkini.

Rachland juga menyebut bahwa mungkin upaya hukum mereka tidak akan ditindaklanjuti sekarang. Namun, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat itu mengatakan bahwa mereka adalah orang yang sabar dalam mengejar kebenaran.

“Rejim ini akan berakhir sebelum masa kadaluarsa pidana berakhir. Buktikan. Anda punya 2 x 24 jam,” katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto Instagram @pdemokrat

Ayang lalu mempersilahkan Rachland untuk melaporkannya ke polisi atas cuitannya tentang praktik korupsi SBY di kasus Bank Century dan di kasus Hambalang.

Rachland sendiri mengklaim bahwa SBY sudah meminta untuk membongkar kasus Century dan Hambalang pada tahun 2018 atau 2019. Ia juga terus menekankan bahwa Ayang harus membuktikan tudingannya dalam 2 x 24 jam tentang korupsi SBY.

“2 x 24 jam adalah waktu yang kami berikan pada Anda. Untuk membuktikan Anda punya bukti bagi tuduhan Anda. Ini kesempatan bagi Anda untuk menunjukkan bahwa Anda punya martabat, pantas dihormati, bahwa gelar yang Anda kejar bukan cuma bagian dari feodalisme baru,” tegas Rachland.

Ayang pun juga terus menegaskan bahwa ia mempersilahkan Rachland melaporkannya ke polisi. Ia bahkan mengatakan bahwa Rachland bisa segera melaporkannya hari ini setelah salat Jumat.

“Bapak Rachland Nashidik kan saya sudah tegaskan: silahkan laporkan saya soal cuitan saya tentang korupsi Bank Century dan Hambalang oleh Bapak SBY, dan kawan-kawan ke Polri. Besok saja bakda salat Jumat di Mabes Polri, Bapak langsung laporkan saya. 2 x 24 jam kelamaan Bapak,” timpal Ayam.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS