page hit counter

Sambil Bawa Dua Balita, Pasutri di Mataram Curi Motor buat Beli Sabu

MATARAM-Parah. Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial UA, 27 tahun dan DA, 25 tahun ditangkap polisi. Musababnya, mereka mencuri motor. Didorong keinginan mendapatkan uang untuk membeli sabu. Mereka sudah kecanduan berat.

“Mereka mencuri sepeda motor Scoopy di wilayah Kekalik,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (18/8).

Awalnya pasutri ini membawa dua balitanya keluar dari kosnya di wilayah Batu Dawa, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, mengendarai motor. Tujuannya untuk membeli nasi di wilayah Kekalik. ”Mereka melihat ada sepeda motor terparkir di pinggir jalan dengan kondisi kuncinya masih tergantung di sepeda motor,” tutur Kadek Adi.

Mereka pun berinisiatif mengambil motor tersebut. Sang istri DA turun dari motor. Kemudian menghidupkan motor Scoopy yang terparkir dan membawanya kabur.

Sang suami UA bersama dua balitanya membuntuti dari belakang. Mengantisipasi diketahui masyarakat. ”Sepeda motor hasil curian dibawa ke kosnya,” kata dia.

Berdasarkan keterangan korban, polisi menyelidiki kasus tersebut dengan menyisir sejumlah CCTV di sekitar lokasi. Hasil penyelidikan, pelaku mengarah ke pasutri tersebut. Mereka pun ditangkap di kosnya, Selasa (17/8) lalu.

Dari interogasi, sepeda motor hasil curiannya digadai ke wilayah Perampuan, Lombok Barat (Lobar). Mereka menggadainya seharga Rp 2 juta. ”Uang hasil gadai digunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan digunakan untuk membeli sabu,” kata Kadek Adi.

Pasutri ini memang benar-benar kecanduan sabu. Saat ditangkap di kosnya, pasutri itu baru selesai menggunakan sabu. ”Kita temukan beberapa alat menggunakan sabu,” terangnya.

Kadek Adi mengatakan, sang istri DA tidak ditahan karena sedang hamil dua bulan. Dua anaknya yang masih balita juga tidak ada yang mengurus. ”Meski tidak ditahan, sang istri masih tetap kooperatif saat dipanggil,” ujarnya.

Setelah memeriksa pasutri tersebut, polisi menangkap penadah berinsiial A di Perampuan. ”Dari penangkapan itu, kita temukan barang bukti sepeda motor Scoopy,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pasutri itu dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman empat tahun penjara. Sedangkan A dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (arl/r1) 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS