page hit counter
Rizieq didorong jadi Dubes RI untuk pemerintah Taliban, Guru Besar UI: Cocok secara akademis!

Rizieq didorong jadi Dubes RI untuk pemerintah Taliban, Guru Besar UI: Cocok secara akademis!

Habib Rizieq Shihab. Foto: YouTube

Mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab didorong untuk mengisi jabatan sebagai Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk pemerintahan Taliban di Afghanistan.

Hal tersebut diusulkan oleh Guru besar Universitas Indonesia (UI), Profesor Ronnie H Rusli yang mengatakan bahwa secara akademik Habib Rizieq cocok mengemban jabatan sebagai Dubes RI pada pemerintahan Taliban yang bakal berkuasa di Afghanistan.

Kelompok Taliban. Foto: Al Jazeera
Kelompok Taliban. Foto: Al Jazeera

Ronnie menjelaskan, menurut pandangannya secara akademis Habib Rizieq lancar dalam berbahas Arab sebagaimana bahasa yang digunakan oleh para pemimpin Taliban.

Lebih cocok HRS setelah bebas jadi Dubes RI di Pemerintahan Taliban di Afghanistan menurut pendapat secara akademis karena lancar berbahasa Arab sama persis dengan bahasa yang digunakan di Qatar tempat pemimpin Taliban berada selama pendudukan Amerika di Afghanistan,” kata Ronnie dalam tulisan di akun jejaring media sosial Twitter pribadinya, dikutip Hops pada Selasa, 18 Agustus 2021.

Taliban diapresiasi Jusuf Kalla

Sementara, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berharap agar Taliban bisa bersikap jauh lebih baik dari sebelumnya.

Dia menjelaskan, Taliban akan jauh lebih moderat dibanding dengan beberapa dekade silam. Makanya Jusuf Kalla optimis, Afghanistan tidak akan jatuh dalam pertumpahan daran dan perang saudara.

Pria yang akrab dipanggil ‘JK’ ini pun bakal mengapresiasi apabila kekuasaan bisa berpindah secara damai tanpa adanya korban.

“Saya harapkan Taliban tidak seperti yang dulu, saya apresiasi transfer kekuasaannya secara damai,” ujar JK, dalam siaran pers, dikutip Hops dari Warta Ekonomi pada Senin, 16 Agustus 2021.

“Baik Taliban maupun pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh Amerika Serikat,” sambungnya.

Taliban duduki Istana Presiden Afghanistan
Taliban duduki Istana Presiden Afghanistan. Foto Twitter @PamirNews

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengimbau kepada pemerintah Afghanistan nantinya agar tetap bersifat terbuka dengan negara-negara lain dan menjalin kerjasama ekonomi.

Terlebih, pihaknya sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan, apalagi Kedubes RI.

JK menambahkan kini dunia menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa.

Dia lantas mengklaim Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian kemarin, sehingga pemerintah RI juga harus mendukung upaya damai sekarang saat Taliban memimpin Afghanistan, pasca penarikan tentara asing akhir bulan agustus ini.

“Saya harapkan Afghanistan terbuka dengan kerja sama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerjasama perekonomian,” imbuhnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS