page hit counter

PPKM Mataram Level Satu Bangkitkan Geliat Ekonomi

MATARAM-Pemkot Mataram fokus memperbaiki perekonomian yang sempat lesu akibat pembatasan mobilitas. Itu setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level di masa pandemi Covid-19. Dari PPKM level 2 kini menjadi PPKM level 1.

“Turunnya level ini akan menjadi perhatian dalam menggeliatkan kembali sektor perekonomian,” kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin.

Mohan bersyukur Kota Mataram hijrah ke level 1 pada PPKM. Upaya ini tak lepas dari ikhtiar bersama. Disiplin masyarakat dan daya dukung stakeholder, terutama pihak provinsi NTB, TNI, dan Polri.

Begitu juga pemkot bersama Dandim, Kapolres, dan tenaga medis mencegah penyebaran Covid-19 berjalan dengan baik. Mulai dari vaksinasi, testing, tracing, treatment (3T), dan sebagainya.

“Apa yang kita lakukan berjalan dengan baik dan sesuai rencana,” tutur orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Menurutnya, penurunan level tentu ada konsekuensi terhadap kelonggaran terkait kegiatan sosial kemasyarakatan. Misalnya Car Free Day (CFD). Karena kegiatan yang dipusatkan di Udayana setiap Minggu pagi ini cukup potensial mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Semangat kita sekarang ini bagaimana memulihkan perekonomian,” tutur Mohan.

Tak hanya CFD, namun juga akan ada event yang akan digelar Dinas Pariwisata (Dispar). Pun juga dengan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa saja akan diterapkan penuh. Tidak lagi terbatas seperti sekarang ini.

“Ini akan kita bicarakan dengan Dinas Pendidikan (Disdik). Langkah yang akan kita lakukan pada pergeseran level ini,” ujar pria yang juga menjabat ketua DPD I Golkar NTB.

Mohan mengatakan, pada PPKM level 1 tetap akan dilakukan tracing. Kemudian memaksimalkan vaksinasi dosis kedua untuk mencapai herd immunity. “Cakupan vaksinasi dosis kedua paling tidak harus sama dengan dosis pertama,” tutur Mohan.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, Kota Mataram turun level pada PPKM bersama lima daerah lainnya di NTB. Dari level 2 menjadi level 1 sesuai dengan indikator dan parameter ditentukan pusat. “Apa yang kita capai ini patut kita syukuri,” tutur dia.

Diutarakan, dengan turunnya level PPKM di Kota Mataram akan ada perubahan kebijakan. Tentu akan kelonggaran  kegiatan sosial kemasyarakatan dan lainnya. Namun dia menekankan pandemi Covid-19 belum berakhir. Belum dicabut statusnya oleh badan yang memiliki kewenangan. “Pandemi ini belum berakhir. Jadi prokes wajib diterapkan,” cetusnya.

Menurutnya, penurunan level PPKM di Kota Mataram tidak lepas dari upaya testing, tracing, dan treatment yang dilakukan. Begitu juga dengan cakupan vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. “Kasus harian kita juga sangat rendah,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, hanya sekitar sepuluh pasien Covid-19 yang masih dirawat di RSUD Kota Mataram. Sementara di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 di Hotel Fizz dan Nutana ditutup karena tidak ada pasien. Pun juga dengan pusat isolasi di Hotel Grand Inn sudah ditutup. “Lingkungan di Kota Mataram tidak ada yang zona merah. Sekitar 90 persen lebih lingkungan berstatus zona hijau,” ucap Nyoman.

Tak hanya itu, lanjut dia, vaksinasi Covid-19 terus digencarkan. Mengingat vaksinasi dosis kedua belum memenuhi target.

“Kalau vaksinasi dosis pertama sudah klir. Tidak ada masalah,” ujar dia. Kini vaksinasi dosis kedua lagi digencarkan di kalangan pelajar dan sejumlah komunitas. (jay/r3)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS