page hit counter
PPKM Mataram Diperpanjang, PKL Boleh Berjualan Lebih Lama

PPKM Mataram Diperpanjang, PKL Boleh Berjualan Lebih Lama

MATARAM-Ini berita kurang menggembirakan bagi para pelaku ekonomi di Kota Mataram. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Mataram diperpanjang sampai 8 Agustus 2021.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat evaluasi Pemkot Mataram dengan Kementerian terkait untuk penerapan PPKM Level IV bagi wilayah luar Pulau Jawa dan Bali.

“Untuk PPKM Level 4 di Kota Mataram, dari hasil evaluasi kementerian teknis, akan diperpanjang dari 26 Juli hingga 8 Agustus,” terang Juru Bicara Satgas Covid-19 I Nyoman Suwandiasa kepada Lombok Post, kemarin (25/7).

Kebijakan ini sudah termasuk aturan yang ada dalam PPKM level IV. Namun berbeda dengan PPKM Darurat, ada berbagai kebijakan relaksasi diberikan. Misalnya ada kewenangan pemerintah daerah melakukan diskresi terhadap sektor esensial.

“Misalnya kemudahan bagi pelaku UMKM atau PKL yang masih boleh buka sampai 21.00 Wita dan sampai pukul 22.00 Wita bagi yang melayani take away atau bawa pulang,” jelasnya.

Wali Kota Mataram menindaklanjuti perpanjangan PPKM Level IV ini dengan mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor : 800/871/BPBD/VII/2021. Dalam edaran tersebut diatur Pelaksanaan Kegiatan belajar Mengajar mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi dilakukan secara daring. Beberapa sektor non esensial juga diatur untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Kemudian pusat perbelanjaan seperti mal, kafe, rumah makan dan restoran hanya menerima delivery take away sampai dengan pukul 22.00 Wita. Usaha kecil seperti warung makan, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucer, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, pencucian kendaraan dan usaha kecil lainnya dan sejenis diizinkan buka dengan protokol Kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 Wita.

Pelaku perjalanan dalam negeri pengguna kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil yang akan masuk ke Kota Mataram wajib menunjukkan kartu vaksin dan hasil swab antigen minimal H-1.

“Kepada Camat agar mengaktifkan Pos Komando (Posko) PPKM Penanganan Covid-19 Kecamatan. Posko ini dipimpin camat untuk supervise dan Posko PPKM Kelurahan yang dipimpin Lurah untuk pelaporan Posko PPKM,” terang salah satu ketentuan dalam Surat Edaran Wali Kota yang ditandatangani H Mohan Roliskana itu.

Dengan perpanjangan ini, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengajak semua pihak untuk bahu membahu saling membantu. Kaitannya dengan upaya mendorong perekonomian dan pemenuhan kebutuhan warga sehari-hari.

Wali Kota bahkan ikut turun memberikan bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak PPKM saat operasi PPKM dilaksanakan malam hari.

“Beliau turun langsung membagikan warga bantuan karena melihat PPKM banyak menghantam sektor informal. Sehingga kami juga memberikan bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Terkait beberapa bantuan yang kabarnya akan diberikan pemerintah pusat kepada daerah yang menerapkan PPKM Level IV, Kadisos Kota Mataram Baiq Asnayati mengaku belum menerima informasinya. Misalnya diskon listrik 450 VA dan 900 VA, subsidi kuota internet, BST, dan PKH hingga kartu sembako bantuan yang diberikan Rp 200 ribu per bulan kepada penerima. “Belum ada pemberitahuan resmi,” terang Asna.

Sejauh ini bantuan yang diterima Pemkot Mataram dari pusat adalah bantuan beras masing-masing 10 kilogram bagi 28.133 warga penerima PKH dan BST. Bantuan tersebut sudah disalurkan ke masing-masing kantor kelurahan.

“Kami juga dari Pemkot Mataram menyiapkan bantuan CBP beras 50 ton yang ada di Bulog bagi 13.888 jiwa warga di luar penerima PKH dan BST,” terangnya. (ton/r3)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS