page hit counter
Polda NTB Tangkap Pembawa Sabu 1 Kilo Asal Aceh di Senggigi

Polda NTB Tangkap Pembawa Sabu 1 Kilo Asal Aceh di Senggigi

MATARAM-Ditresnarkoba Polda NTB menggagalkan penyelundupan sabu asal Aceh seberat satu kilogram, Jumat (28/5/2021). Penyelundup berinisial EDL alias Eko diringkus besama penerima barang berinisial YZ alias Uda dan IZ alias Putra di salah satu hotel di Senggigi, Lombok Barat (Lobar). ”Kita tangkap mereka saat akan menyerahkan sabu di dalam hotel,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf.

Helmi menjelaskan, pergerakan ketiga pelaku sudah dipantau sejak sepekan yang lalu. Informasi dari masyarakat berhasil dikelola dengan baik.

Dipimpin langsung Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, tim bergerak sekitar pukul 09.00 Wita. Saat ketiga pelaku lengah dan berada dalam satu ruangan, polisi langsung menggerebek kamar hotelnya. “Kita tidak ingin kecolongan,” kata Helmi.

Saat penggeledahan badan ketiga pelaku, tidak ditemukan barang bukti sabu. Tetapi, setelah polisi membongkar bantal di tempat tidur, ditemukan lima bungkusan plastik hitam yang dilakban berisi sabu. ”Setelah kita timbang berat brutonya 1 kilogram,” terangnya.

Sabu itu dibawa Eko dari Aceh. Dia terbang menuju Jakarta selanjutnya ke Bali. Nah, dari Pulau Dewata Eko masuk ke Lombok menggunakan jalur laut. ”Begitu caranya mengelabui polisi,” ungkapnya.

Sesampainya di Lombok, Eko menginap di salah satu hotel di Senggigi. Lalu janjian bertemu dengan Uda dan Putra. ”Rencananya, barang itu akan dikirim ke Sumbawa. Uda dan Putra ini merupakan anak dari Sumbawa,” terang Helmi.

Dari keterangannya, Eko yang warga Tangerang Selatan itu sudah tiga kali mengirim sabu ke NTB dan melakukan transaksi dengan Eko dan Uda. ”Ini yang keempat kali mereka melakukan transaksi sabu dalam jumlah yang besar,” bebernya.

Putra dan Uda mengaku hanya disuruh mengambil sabu. ”Sekali mengambil mereka mendapatkan uang Rp 5 juta per ons-nya,” bebernya.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan. Memburu orang yang menyuruh Putra dan Uda mengambil sabu tersebut. ”Tim masih terus bekerja di lapangan untuk menangkap semua jaringannya,” kata dia.

Eko, Putra, dan Uda dijerat pasal 112 dan atau pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman 20 tahun penjara. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS