page hit counter
Pimred Warta Mataram Jadi Narasumber Diskusi Literasi yang Digelar ISMAKES Kota Mataram

Pimred Warta Mataram Jadi Narasumber Diskusi Literasi yang Digelar ISMAKES Kota Mataram

Warta Mataram – Jum’at, (20/08/2021) Ikatan Seluruh Mahasiswa Kesehatan (ISMAKES) kota Mataram gelar diskusi tentang “Pentingnya meningkatkan Literasi pada mahasiswa” via zoom.

Kepala Biro pendidikan minat dan bakat ISMAKES kota Mataram, Bagas Afthon Maulani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu dari program kegiatan bironya.

“Jadi, Ini salah satu kegiatan dari Biro pendidikan minat dan bakat ISMAKES kota Mataram,” ucapnya.

Adapun sambutan dari ketua Umum ISMAKES kota Mataram pada kegiatan tersebut, yang di wakili oleh wakil ketua umum ISMAKES kota Mataram, yaitu Hendri satria Pratama mengatakan bahwa seorang mahasiswa sangat penting mengetahui literasi, khususnya mahasiswa kesehatan, karena ketika kita penelitianpun, kita harus paham dengan literasi terlebih dahulu.

“Sejatinya mahasiswa itu, penting mengetahui literasi, apalagi mahasiswa kesehatan. Ketika penelitianpun, kita harus paham terlebih dahulu tentang literasi,” ucapnya.

Adapun kegiatan tersebut diisi oleh seorang narasumber yang sangat berkompeten di bidang tersebut. Narasumber tersebut seorang dosen di salah satu kampus di kota Mataram. Beliau juga telah menerbitkan beberapa buku yang diterbitkan penerbit nasional maupun indie. Buku-buku tersebut diantaranya: Bahagia Dalam Jeda; Hati Tak Bertangga; dan Luka, Performa, Bahagia.

Kegiatan tersebut pun diikuti oleh mahasiswa kesehatan yang ada di kota Mataram.

Pimred Warta Mataram, Adi Prayuda menyampaikan materi.

Adi Prayuda, sebagai narasumber diskusi tersebut membuka wacana bahwa literasi sesungguhnya tidak terbatas pada aktivitas membaca dan menulis. Bahasa literasi sendiri berasal dari kata literatus, yang artinya adalah orang yang belajar. Selama ada pembelajaran, di sana ada literasi. Dan dimana ada kesombongan, disana pembelajaran terhenti.

“Sebanyak apapun kita belajar, sebanyak apapun kita membaca, kalau kita tidak memiliki adab kepada buku yg kita baca dan guru yang mengajar, maka itu akan sia-sia. Ilmu hanya akan berhenti di kepala dan tidak meresap ke hati yang kemudian menjadi tingkah laku,” lanjut Adi Prayuda.

“Kita bisa men-download banyak informasi dari internet. Kita bisa belajar dari berbagai sumber. Namun, yang lebih penting dari mengumpulkan informasi atau ilmu adalah mengolah teori-teori itu menjadi sesuatu yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Mengumpulkan informasi sama seperti menumpuk gelondongan kayu. Yang dibutuhkan kemudian adalah mengolah kayu-kayu ini menjadi sesuatu yang berguna bagi banyak orang. Mengolahnya menjadi meja, kursi, lemari, dan lain-lain,” lanjut dosen Fakultas Ekonomi Unizar tersebut.

Beberapa pertanyaan dari peserta diskusi pun mengisi acara diskusi tersebut, diantaranya “Bagaimana menghadapi dosen yang killer? Bagaimana menghadapi ketakutan akan kegagalan atau penghakiman orang lain? Apa tanggapan tentang miskonsepsi antara “membaca untuk belajar” dan “belajar untuk membaca”?”

Diskusi yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan harapan agar ISMAKES Kota Mataram semakin jaya.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS