page hit counter
Pidato Puan menggurui Jokowi, Ferdinand balik tanya: Selama ini apa kerjanya?

Pidato Puan menggurui Jokowi, Ferdinand balik tanya: Selama ini apa kerjanya?

Puan Maharani bersama Jokowi. Foto: Tempo

Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean mengomentari pidato Ketua DPR Puan Maharani yang nampak menggurui Presiden Jokowi. Pidato itu setidaknya disampaikan pada Sidang Tahunan MPR, sidang bersama DPR-DPD, dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka penyampaian RUU tentang APBN 2022 pada Senin 16 Agustus 2021.

Menurut Ferdinand, pidato Puan bukan cuma kepanjangan, namun memang kental nuansa menggurui eksekutif. Padahal di momen seperti itu, tidak pantas bagi Puan melakukan hal tersebut.

Saya kemarin mengiktui seluruh rangkaian sidang tahunan, mulai dari pembukaan sampai selesai. Saya juga simal pidato La nyala, Bambang Soesatyo, termasuk Puan dan Pak Jokowi. Ini penting untuk kita ketahui mau ke mana kita sekarang,” katanya dikutip dalam sebuah diskusi, Rabu 18 Agustus 2021.

Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. Foto Instagram @ferdinand_hutahean

Ferdinand mengaku terperanjat dengan pernyataan Puan yang justru lebih panjang dari apa yang disampaikan Jokowi. Puan nampak menggurui meminta eksekutif seharusnya begini dan begitu. Bukan menampilkan sikap menghormati antarlembaga di momentum sakral tersebut.

Pidato Puan larut menilai eksekutif

Berbeda dengan Puan, Ferdinand melanjutkan, La Nyala dan Bamsoet justru menunjukkan sikap saling hormat, saling mengucap terima kasih, dan respect kepada sesama pimpinan.

Sementara Puan, malah asyik dan lebih banyak mengkoreksi pemerintah di masa pandemi.

“Dia lupa apa kerjanya selama ini dan apa yang dilakukan DPR selama kepemimpinannya? Sudah lakukan apa sampai sekarang? Saya tak mendengar apa yang sudah dikerjakan Puan, termasuk soal Prolegnas, 2020, berapa UU yang diselesaikan, dan kegiatan di bawah pimpinan beliau. Tidak tersampaikan. Beliau justru larut di dalam menilai kinerja eksekutif,” kata Ferdinand.

Presiden Jokowi pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR RI. Foto: Tangkapan Layar
Presiden Jokowi pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR RI. Foto: Tangkapan Layar

Bagi Ferdinand, mengkritisi di momen itu sangat tidak tepat karena memang bukan forumnya. Apalagi DPR merupakan mitra Pemerintah. Andaipun mau mengkritisi, Puan seharusnya menggunakan forum-forum yang ada dengan menggunakan komisi untuk memanggil Kementerian.

“Kalau memang dia mau ambil momen politik untuk angkat citra politiknya boleh saja, tapi caranya tak seperti itu. Harusnya juga dia sampaikan keberhasilannya sebagai pimpinan DPR sebagai lembaga yang utuh. Saya kecewa pidato beliau, terlalu banyak mengkoreksi,” katanya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS