page hit counter
Perwakilan Mataram dan Dompu Meriahkan Gebyar Seni Pelajar 2021 Hari Ketiga

Perwakilan Mataram dan Dompu Meriahkan Gebyar Seni Pelajar 2021 Hari Ketiga

Warta Mataram – Gebyar Seni Pelajar 2021 telah memasuki hari ke Tiga. Gelaran tahunan Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat kali ini menampilkan beberapa perwakilan dari Kota Mataram dan Dompu, antara lain SMAN 1 Kempo, SMAN 3 Mataram, SMKN 1 Pekat dan SMAN 6 Mataram. Empat peserta tersebut membawakan hasil karya yang menggambarkan ciri khas daerah mereka masing-masing.

Penampilan SMAN 6 Mataram

Perwakilan Mataram yakni SMAN 6 Mataram membawakan hasil karya yang berjudul Portal 19.

Di sebuah gang, di dalam kampung yang dipasangi sebuah portal untuk mencegah mobilitas warga kampung agar terhindar dari covid 19. Namun dengan adanya portal warga kampung menjadi gila dan penuh ketakutan karena aktivitas mereka dibatasi dan Pak Media yang suka sebar brita¬≤ tentang virus yang menghantui mereka semua, di tambah lagi ODGJ bernama Koron’ah yang sempat terpapar saat pulang dari luar negeri membuat semua semakin ricuh. bagaimanakah cara warga kampung untuk mengatasi semua masalah yang ada pada saat pandemi ini.

Penampilan SMAN 3 Mataram

Sementara itu salah satu perwakilan dari Kota Mataram yakni SMAN 3 Mataram membawakan karya dengan judul Musik Akustik. Sesuai judulnya, karya ini dibawakan dengan iringan musik akustik.

Lirik lagu ini menceritakan tentang anak muda yang tidak remaja lagi, tapi semangat masih membara untuk menjalani kehidupan melalui pesan-pesan cinta pada dunia bahwa Indonesia merupakan sorga dunia dengan kekayaan alam yang berlimpah hidup tentram damai dalam kebinekaan yang dinyanyikan oleh siswa SMAN 3 Mataram yang dikolaborasikan dengan iringan akustik.

Penampilan SMKN 1 Pekat

Peserta ketiga yaitu SMKN 1 Pekat membawakan karya yang berjudul Gantao berkolaborasi dengan Silat Adat Mbojo Dompu. Seni tari Gantao Mbojo merupakan salah satu tarian adu ketangkasan, Gantao merupakan antraksi yang sangat berbahaya dan di lakukan penari pria terlatih dalam memainkannya, kedua penari saling menunjukan keahliannya untuk menunjukan siapa di antara mereka yang paling kuat saat berinteraksi. Permainan ini di iringi oleh musik tradisional, berupa gendang, gong, ketongga dan serunai, gerakan permainanpun seirama dengan dentungan musik.

Gantao lahir di Bima (Mbojo) sejak masa Kesultanan, hingga sekarang menjadi budaya tradional masyarakat Bima dalam acara kebesaran dan acara adat.

Penampilan SMAN 1 Kempo

Peserta terakhir Gebyar Seni Pelajar 2021 hari ketiga kali yaitu SMAN 1 Kempo yang membawakan karya berjudul Tari Nelayan. Karya bercerita tentang sebuah Kampung dengan sinopsis sebagai berikut.

Perwakilan Dompu yakni SMAN 1 Kempo membawakan hasil karya yang berjudul Tari Nelayan. Negeri ini sebagian besarnya adalah laut dan tentunya di sekitar pesisir banyak masarakat kita yang tinggal di sana, kehidupan Masyarakat pesisir adalah sebagai nelayan yang mendapatkan hasil untuk kehidupannya seharihari dari melaut untuk menafkahi sanak keluarga.

Suka duka dan tantangan dari nelayan dalam mencari nafkah untuk menopang kehidupan keluarganya tidaklah bisa di anggap mudah. Teriknya matahari, dinginya malam, badai dan ganasnya ombak mereka hadapi dengan enuh ketabahan, sementara rezekinya melaut tidaklah stabil kadang banyak, sedikit atau tidak ada sama sekali, belum lagi keresahan anak-istri yg di tinggal memikirkan keselamatan mereka. Walau dengan berat hati mereka tetap ikhlas melepas suaminya melaut. Cuplikan gambaran kehidupan nelayan di pesisir pantai Dana Nggahi rawi Pahu ini tergambar dalam “Sendra Tari Nelayan” ini.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS