page hit counter
Perubahan iklim makin ngeri, sebabkan danau besar di Turki mengering

Perubahan iklim makin ngeri, sebabkan danau besar di Turki mengering

Danau Akşehir di Turki yang mengering. Foto: Hurriyet Daily News

Dampak dari pemanasan global dan perubahan iklim kian nyata terlihat. Danau terbesar ke lima di Turki, Danau Akşehir, yang terletak di Provinsi Konya, Turki Tengah telah benar-benar kering karena efek dari pemanasan global, dan juga penyalahgunaan irigasi. Danau tersebut kini sangat kering, bahkan dasarnya sudah bisa dilewati mobil.

Sebelum mengering, Danau Akşehir merupakan sumber air tawar yang punya kedalaman enam meter dan memiliki peran penting bagi provinsi-provinsi di sekitarnya. Menurut Tahir Nalbantçılar, seorang profesor geologi di Universitas Konya, danau itu dulunya merupakan sumber air penting yang menopang lingkungannya baik secara ekologis maupun ekonomis, serta menampung beberapa jenis tumbuhan dan hewan.

“Dan hari ini, kita melihat pemandangan di mana Anda bisa berjalan di bagian danau yang dulunya merupakan bagian terdalam, dengan ratusan nelayan menganggur dan hanya beberapa hewan yang merumput di bagian tertentu dari dasar danau,” kata Tahir disitat Daily Sabah, Kamis 9 September 2021.

Menurut Nalbantçılar, sebelumnya danau tersebut juga pernah menghadapi musim kering, serta menghadapi risiko kekeringan, tetapi selalu berhasil pulih dan airnya tidak sampai kering seperti sekarang.

Danau Akşehir di Turki yang mengering. Foto: Daily Sabah
Danau Akşehir di Turki yang mengering. Foto: Daily Sabah

“Tapi kini kita bisa melihat efek perubahan iklim dan pemanasan global di Danau Akşehir. Danau tersebut dulu didukung oleh curah hujan dan sumber air lainnya yang mengalir ke danau,” ujar Tahir.

Tahir Nalbantçılar menjelaskan, keringnya air danau tektonik tersebut bukan hanya disebabkan oleh pemanasan global, tapi juga karena penyalahgunaan irigasi pertanian oleh masyarakat sekitar.

“Dan bukan hanya perubahan iklim yang menyebabkan ini. Kolam buatan kecil yang dibuat untuk irigasi pertanian, penghalang yang dibangun di atas anak sungai dan bangunan lain yang dibangun untuk membantu pertanian semuanya telah mengeringkan aliran air yang memasok danau, ” kata Nalbantçılar.

Dia juga menyebut sumur-sumur yang digali oleh penduduk setempat sebagai penyebab lain yang menyebabkan kehancuran danau, dengan mengatakan bahwa sumur-sumur itu kini semakin dalam, dengan kedalaman sumur rata-rata melonjak dari 20 meter menjadi 150 meter selama bertahun-tahun.

Danau Akşehir di Turki yang mengering. Foto: Daily Sabah
Danau Akşehir di Turki yang mengering. Foto: Daily Sabah

Menurut penduduk setempat, air yang paling banyak terlihat di danau tersebut adalah pada bulan Mei lalu, ketika ketinggian air hanya setebal satu atau dua jari.

“Pada bulan Juni, danau itu sangat kering sehingga Anda dapat melakukan perjalanan dari satu ujung ke ujung lainnya dengan mobil,” kata Tahir.

Tahir menjelaskan tak ada cara lain untuk memulihkan kembali danau tersebut, selain berdoa agar efek iklim berbalik dan wilayah tersebut sering diguyur hujan.

“Bahkan jika kita menghentikan penggunaan liar cadangan air bawah tanah hari ini, mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk memulihkan danau. Saya pikir kita tidak punya pilihan lain selain berdoa agar efek perubahan iklim berbalik dan tempat ini sering diguyur hujan lagi,” pungkasnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS