page hit counter
Penyakit Meniere Dan Gangguan Pendengaran

Penyakit Meniere Dan Gangguan Pendengaran

Pernahkah Kamu mendengar tentang penyakit meniere? Nama penyakit ini diambil dari nama dokter Prancis yang mengidentifikasi penyakit tersebut pada tahun 1800-an. Penyakit Meniere ialah penyakit telinga bagian dalam yang umumnya hanya mempengaruhi satu telinga. Penyakit ini dapat menyebabkan tekanan atau rasa sakit di telinga, gangguan pendengaran, pusing atau vertigo, dan bunyi dering atau menderu, yang juga dikenal sebagai tinnitus.

Penyakit meniere merupakan gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat menimbulkan terjadinya sakit kepala (vertigo) juga kehilangan pendengaran. Umumnya ini terjadi hanya pada satu telinga saja. Meniere dapat dialami orang-orang di berbagai macam usia. Tetapi lebih umum terjadi pada mereka dalam rentang usia 20-50 tahun.

Penyakit yang pertama muncul pada tahun 1860-an di Perancis ini tergolong sebagai penyakit kronis. Walaupun begitu, beberapa jenis pengobatan dapat membantu meringankan gejala dan mengurangi dampak yang diakibatkan.

Meskipun kasus penyakit Meniere bisa memengaruhi orang-orang dari segala usia, namun orang-orang dengan rentang usia 40-an dan 50-an jauh lebih mungkin mengalaminya. Kondisi ini dianggap kronis dan tidak ada obatnya, tetapi ada berbagai strategi perawatan yang akan meminimalkan efek pada hidup Kamu dan dapat meringankan gejalanya.

Penyebab Potensial atau Pemicu Meniere

Walaupun tidak ada penyebab pasti dari Meniere, tetapi kemungkinan besar ada hubungannya dengan peningkatan tekanan di telinga bagian dalam, yang penuh dengan cairan yang dikenal sebagai endolymph. Untuk itu, nama lain dari penyakit Meniere yaitu hidrops endolimfatik idiopatik primer, yang pada dasarnya berarti cairan abnormal di telinga bagian dalam.

Adapun penyebab potensial atau pemicu penyakit Meniere meliputi:

  • Cedera kepala
  • Infeksi pada telinga bagian dalam atau tengah
  • Alergi
  • Penggunaan alkohol
  • Menekankan
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu
  • Merokok
  • Stres atau kecemasan
  • Kelelahan
  • Riwayat penyakit keluarga
  • Infeksi pernafasan
  • Penyakit virus baru-baru ini
  • Respon imun abnormal
  • Migrain
  • Gejala Penyakit Meniere

Orang dengan penyakit Meniere bisa mengalami beberapa yaitu

  • Perasaan tertekan di telinga
  • Tiba-tiba pusing mantera
  • Tinitus
  • Pendengaran atau gangguan pendengaran

Gejalanya bervariasi dari orang ke orang, dan beberapa akan mengalami banyak serangan selama beberapa hari, dan yang lain akan mengalami serangan yang terisolasi sesekali. Untuk mendiagnosis penyakitnya, Kamu harus mengalami tinitus , gangguan pendengaran, dan vertigo lebih dari satu kali. Karena semua masalah ini dapat berdiri sendiri atau dikaitkan dengan penyakit lain, penyakit Meniere terkadang sulit didiagnosis.

Gejala umumnya dimulai dengan perasaan tertekan di telinga, diikuti oleh tinitus, gangguan pendengaran dan vertigo. Episode ini akan berlangsung antara 20 menit hingga empat jam. Orang dengan penyakit Meniere pada umumnya akan mengalami episode dalam kelompok dengan periode remisi yang lama. Ketika Kamu mengalami episode penyakit Meniere, yang terbaik ialah berbaring dan fokus pada satu-satunya objek yang tidak bergerak. Seringkali, seorang penderita akan merasa lebih baik setelah tidur siang.

Gangguan Pendengaran dengan Penyakit Meniere

Pada tahap awal, penyakit Meniere umumnya menyebabkan kehilangan pendengaran frekuensi rendah, yang berarti suara bernada rendah mungkin lebih sulit untuk didengar (suara pria dibandingkan dengan suara wanita, atau bass dalam musik, misalnya). Seseorang juga mungkin lebih sensitif terhadap suara bernada tinggi dan merasa tidak nyaman. Ini umumnya reversibel dan hilang.

Beberapa orang secara bertahap akan mengembangkan tingkat gangguan pendengaran yang lebih serius, yang mungkin hanya di satu telinga atau kedua telinga. Dengan hilangnya pendengaran bisa berkisar dari ringan sampai mendalam . Alat bantu dengar umumnya dapat membantu, karena jenis gangguan pendengaran berasal dari sensorineural .

Rekomendasi Diet Meniere

Perubahan diet dapat menurunkan jumlah cairan di telinga bagian dalam, yang dapat melemahkan gejala penyakit. Para peneliti melihat masalah ini menyimpulkan tidak ada uji klinis yang baik pada diet dan penyakit Meniere namun perubahan ini patut dicoba karena tidak berbahaya dan dapat meningkatkan kesehatan Kamu secara keseluruhan:

  • Kurangi asupan garam: Garam membantu tubuh menahan air, jadi kurangi asupan minuman dan makanan yang kaya sodium.
  • Minumlah lebih sedikit kafein: Minuman berkafein dapat memperburuk gejala seperti tinitus, jadi yang terbaik ialah mengurangi jumlah stimulan ini dalam makanan Kamu .
  • Perubahan gaya hidup lainnya
  • Berhenti merokok: Banyak orang yang menderita penyakit Meniere dan yang secara teratur merokok melaporkan gejala yang melemah setelah berhenti.

Berlatih manajemen stres: Stres dan kecemasan keduanya terkait dengan penyakit Meniere, tetapi keduanya dapat menjadi penyebab dan gejala penyakit. Mempelajari cara mengelola dan mengidentifikasi stres dapat membawa kelegaan. Mungkin juga bermanfaat untuk mencoba teknik relaksasi atau meditasi.

Pengobatan dan perawatan yang tepat

Sebenarnya penyakit Meniere termasuk penyakit yang belum ditemukan cara penyembuhannya. Meski begitu, ada beberapa cara pengobatan yang dapat membantu mengatasi gejala yang dirasakan pasien. Bila berobat ke dokter, mereka akan meresepkan obat-obatan yang mampu mengurangi mual akibat vertigo, seperti diazepam dan promethazine. Ada juga obat dalam bentuk suntikan langsung ke telinga bagian tengah guna mengurangi gejala vertigo pada penderita penyakit Meniere. Beberapa obat yang digunakan untuk cara ini diantaranya ialah; Gentamicin dan kortikosteroid.

Ada juga beberapa prosedur terapi yang dapat digunakan, seperti terapi rehabilitasi saraf vestibular. Terapi fisik ini dilakukan melalui latihan rehabilitasi vestibular dan dapat membantu melatih otak untuk kembali mengetahui kondisi keseimbangan pada telinga pasien.
Opsi pembedahan seperti bedah kantung endolimfatik dapat dilakukan guna mengurangi produksi cairan di telinga bagian dalam. Penggunaan alat bantu pendengaran seperti audiolog juga dapat meminimalkan gangguan pendengaran pasien.

Kapan saatnya kamu menemui dokter?

Setelah mengetahui beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan, tidak ada salahnya Mama juga mengetahui saat yang tepat menemui dokter. Sebaiknya, kamu segera menemui dokter begitu gejala penyakit ini terjadi pada anak remaja. Masalah ini dapat diakibatkan oleh beberapa penyakit lain. Maka penting untuk mendiagnosis Meniere dengan akurat. Terutama bila terjadi komplikasi, seperti vertigo yang tidak dapat diprediksi juga kehilangan pendengaran secara permanen. Kondisi seperti ini perlu diatasi oleh dokter dengan segera.

Memperbaiki gaya hidup

Melansir dari idntimes.com, Mama dapat memperbaiki gaya hidup anak remaja sebagai bentuk pencegahan dari penyakit Meniere ini. Sebuah penelitian “Cochrane Database of Systematic Reviews” pada tahun 2018 menyatakan bahwa mengurangi tekanan di dalam telinga dapat dilakukan dengan membatasi kafein, alkohol, juga MSG (monosodium glutamat). Sekaligus membiasakan minum air sesuai kebutuhan tubuh.

Oh ya, hindari juga pikiran negatif yang dapat menimbulkan stres dan cemas. Kedua hal ini merupakan kontributor yang mendoring munculnya gejala penyakit ini. Mama dapat melakukannya dengan melalui psikoterapi dan istirahat yang baik. Bagaimana Ma? Dengan pengetahuan mengenai gejala dan pencegahan dari Meniere ini, yuk kita selalu menjaga kesehatan anak dari berbagai penyakit yang berbahaya!

CATEGORIES
TAGS
Share This