page hit counter
Penjualan GT3 Laris Manis, Namun Peringkat Huawei Masih Kalah Jauh dibandingkan Apple

Penjualan GT3 Laris Manis, Namun Peringkat Huawei Masih Kalah Jauh dibandingkan Apple

Jakarta, Wartamataram.com – Pada awal November lalu, Huawei menggebrak pasar Indonesia dengan memperkenalkan varian terbaru, GT3. Smartwatch ini merupakan suksesor dari GT2 yang telah dirilis pada 2019.

Huawei Watch GT3 hadir dengan dua pilihan, yakni Classic Edition dan Active Edition. Dijual seharga Rp 3,39 juta untuk varian terendah dan Rp 3,49 juta untuk varian tertinggi.

Harga tersebut terasa cukup mahal untuk kebanyakan konsumen Indonesia. Meski demikian, hal itu sepadan dengan fitur-fitur yang dibenamkan. Huawei Watch GT3 dapat merekam kegiatan olahraga, dalam 110 mode seperti berlari, berenang, bersepeda, freelethics, dan masih banyak lagi.

GT3 juga mendukung fitur kesehatan dan kebugaran, termasuk AI Running Coach dan Healthy Living Shamrock.  Melalui pengaturan yang dipersonalisasi, pengguna akan menerima pemberitahuan semacam “alarm” yang mengingatkan mereka tentang asupan air, mindfulness, pengingat tidur lebih awal, volume olahraga, dan pesan positif lainnya.

Huawei Watch GT3 juga menyediakan fitur pemantauan SpO2, kualitas tidur, tingkat stres, dan siklus menstruasi yang berkelanjutan, real-time, dan lebih akurat untuk manajemen kesehatan yang komprehensif.

Fitur keren lainnya mencakup Bluetooth 5.1, teknologi Huawei TruSeenTM 5.0 Plus, Dual-Band Five-System GNSS, Huawei AppGallery, serta ketahanan air hingga kedalaman 50 meter (5ATM). Huawei Watch GT 3 juga memiliki fitur Always on display Dials (AODs) yang selalu memampang tampilan jam di layar.

Layaknya smartwacth dan arloji konvensional, bagian tali (strap) bisa digonta-ganti sesuai keinginan pengguna. Itu sebabnya, dalam setiap paket penjualan Huawei memberikan penawaran menarik, yaitu gratis strap untuk masing-masing varian.

Apple Dominan di Pasar Smartwach

Menurut Country Head Huawei CBG Indonesia Patrick Ru, peluncuran GT3 merupakan tonggak besar dalam evolusi wearable device Huawei menuju pasar kelas premium.

“Saat ini, hadirnya smartwatch dan wearables seperti Watch GT 3 telah merevolusi perawatan kesehatan dengan cara yang baru dengan memungkinkan pengguna memantau langsung dari pergelangan tangannya,” tutur Patrick Ru dalam ketererangan resmi yang diterima Selular, Minggu (28/11).

Huawei mengungkapkan bahwa sepanjang penjualan perdana (27 November – 31 Desember 2021), melalui gerai-gerai marketplace dan toko ritel lainnya, GT3 berhasil terjual lebih dari 2.000 unit.

Tingginya penjualan GT3 menunjukkan, kedua varian itu mampu menarik animo konsumen di tengah mulai meningkatnya kompetisi pasar smartwatch. Berbekal persepsi yang kuat sebagai vendor kelas atas dan produk dengan kualitas terbaik, Huawei memiliki kesempatan menjadi pemain utama di pasar smartwatch. Meski demikian, Huawei harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan pangsa pasar.

Untuk diketahui, pandemi covid mendorong permintaan terhadap produk-produk jam pintar. Tercatat pengiriman jam tangan pintar di pasar global pada kuartal kedua tahun ini meningkat 27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut Global Smartwatch Model Tracker yang diterbitkan oleh Counterpoint Research.

Apple mempertahankan posisi nomor satu dalam hal pengiriman. Namun pangsa pasar vendor yang berbasis di Cupertino – California itu, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena persaingan yang semakin ketat dengan merek China dan India.

Di antara lima OEM smartwatch teratas global, Samsung dan Garmin menunjukkan pertumbuhan pengiriman yang luar biasa masing-masing sebesar 43% dan 62% YoY, melebihi tingkat pertumbuhan pasar rata-rata dan mencatat tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada merek teratas lainnya.

Berkat popularitas Galaxy Watch 3 dan Watch Active 2 yang stabil, Samsung menunjukkan pemulihan yang cepat dari kinerja yang agak lamban tahun lalu. Garmin juga mencatat pengiriman tertinggi selama kuartal tersebut. Di antara lima merek teratas, hanya Huawei yang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak dapat dipungkiri, penurunan bisnis ponsel cerdas karena sanksi yang diberlakukan AS sejak 2019, tampaknya telah memengaruhi penjualan jam tangan pintar Huawei. Pasalnya jam tangan pintar dari pemain vertikal semacam itu dapat dioptimalkan dengan merek smartphone dan loyalitas pengguna terhadap ekosistem yang dibangun oleh merek tersebut.

Seperti halnya Counterpoint, laporan lembaga riset pasar Statista menunjukkan, Apple sejauh ini masih menguasai industri jam tangan pintar dunia. Menurut Statista,  dalam hal pangsa pengiriman, Apple menyumbang 34% di seluruh dunia pada kuartal terakhir 2021. Diikuti oleh Huawei dan Samsung. Kedua vendor itu berbagi 8% pangsa pasar.

The post Penjualan GT3 Laris Manis, Namun Peringkat Huawei Masih Kalah Jauh dibandingkan Apple appeared first on Wartamataram.com.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS