page hit counter

Pemkot Mataram Izinkan Car Free Day Udayana, Pengunjung Wajib Prokes

MATARAM-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengizinkan lagi kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD). Langkah ini mendapat apresiasi sekaligus peringatan dari Komisi II Bidang Perekonomian DPRD Kota Mataram.

“Baru kami tahu, tapi itu rencana yang bagus untuk (sedikit demi sedikit) memulihkan ekonomi masyarakat,” kata Ketua Komisi I Gede Wiska, kemarin (3/10).

Namun, selain memberi apresiasi, pemkot juga diingatkan, bahwa CFD berpotensi membuka ruang penyebaran wabah Korona. Bila pemerintah gagal melakukan potensi pemetaan masalah dan problem solving-nya.

“Saya pikir ini keputusan yang besar dan tidak mudah,” imbuh politisi PDIP itu.

Wiska meyakini, pemkot telah melakukan pemetaan, kajian, hingga evaluasi terhadap berbagai aspek sebelum keputusan dibuat.

Melihat dari capaian penanganan wabah saat ini, pemerintah dianggap berhasil menangani Korona.

“Dari level empat, kemudian tiga, lalu dengan cepat ke level dua, ini tentu prestasi, dan kalau pemerintah memutuskan untuk mengizinkan CFD mungkin telah melakukan kajian dari hasil kerja penanganan selama ini,” imbuhnya.

Wiska menyarankan, pembukaan CFD dilakukan secara bertahap. “Misalnya dengan pembatasan jumlah mereka yang boleh mengakses CFD yakni yang dapat menunjukkan kartu vaksin,” sarannya.

Sementara bagi warga yang belum divaksin dapat disiapkan stand khusus untuk mendapatkan layanan vaksinasi.

“Pintu masuk ke CFD (di Udayana) kan cuma dua Utara dan Selatan,” ujarnya.

Pengetatan pengawasan dapat dilakukan di dua titik itu. Sehingga kegiatan CFD selain kembali secara perlahan memulihkan ekonomi masyakat, juga aman terhadap potensi penyebaran wabah.

“Yang datang ke CFD lebih padat dari orang yang datang ke pasar, selain itu potensi orang luar daerah (luar Kota Mataram) untuk datang juga besar. Sehingga harus ditingkatkan lagi keamanannya,” sarannya.

Pada akhirnya, Wiska mengatakan beban terbesar atas keputusan ini ada pada Pemkot. Keliru dalam melakukan perhitungan kondisi dapat membuat Mataram menjadi zona tak aman bagi masyakat.

“Tanggung jawab terbesar ada pada pemerintah, tentu jangan sampai Mataram naik level lagi hanya karena salah mengambil keputusan,” katanya memperingatkan.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan akan mengizinkan lagi pelaksaan CFD yang biasa dilaksanakan pada Minggu di kawasan jalan Udayana.

“Bersama Satgas kami segera melakukan evaluasi untuk membuka CFD dari pukul 06.00-09.00 pagi,” katanya.

Mohan melihat CFD memberikan efek ekonomi yang cukup tinggi. Dan, secara bertahap masyakat juga telah mulai kegiatan ekonomi dan sosial di kawasan CFD.

“Kita izinkan meskipun belum dibuka secara resmi,” tekannya.

Namun demikian, Mohan mengingatkan pada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Ekonomi bergerak, kesehatan tetap terjaga,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh mengatakan, pembukaan kembali CFD untuk aktivitas warga akan dilakukan sesuai dengan arahan dari pemimpin daerah. “Pembukaan CFD tidak bisa dikelola Dishub sendiri. Karena kewenangan kita hanya menjaga agar jalan itu tidak dilintasi kendaraan bermotor,” ucapnya. Disamping itu lanjut dia, pedagang tidak boleh berjualan di badan jalan.

Dia menjelaskan, kegiatan CFD dihentikan sejak pandemi Covid-19  Maret 2020 lalu. Jalan Udayana hanya dibolehkan untuk kegiatan masyarakat berolahraga, bersepeda, lari, dan kendaraan melintas. “Tidak untuk berjualan. Ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19,” tukasnya. (zad/jay/r3)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS