counter hit make

Pemkot Kebut Penyelesaian Taman Loang Baloq

MATARAM-Pekerja dikerahkan. Mengeroyok proyek Taman Loang Baloq (TLB).

Dari pagi sampai malam. Berpacu dengan waktu sampai 30 Desember.

Dewan ikut gelisah. “Belum (turun), tapi kami agendakan minggu ini,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Kota Mataram Abdul Rahman, kemarin (14/11).

Wajar saja bila was-was. Proyek itu nilainya paling fantastis dibanding proyek fisik lain. Sekitar Rp 11 Miliar dari DAK.

Kalau sumbernya APBD mungkin tak begitu mencemaskan. Tapi DAK punya aturan berbeda.

Aturannya adalah berapapun volume yang selesai sampai batas waktu itu yang dibayar. Sisanya berpeluang dibebankan ke APBD.

Kalau nilai sisa proyek kecil mungkin masih bisa diatasi. Tapi kalau besar APBD kota bisa keteteran.

“Jangan sampai dana sudah disiapkan pemerintah pusat, kita tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal,” katanya mengingatkan.

APBD saat ini kondisinya sudah sempoyongan. Bila ditambah beban proyek baru yang tidak masuk prioritas tentu bikin APBD yang sempoyongan makin empot-empotan.

“Jadi beban baru, tentu ini membuat situasi semakin sulit,” imbuhnya.

Sisa waktu yang mepet juga bikin serba salah. Mau pelan takutnya waktu habis. Mau ngebut khawatirnya kualitasnya amburadul.

“Jangan sampai juga setelah diperiksa, setalah dianggap selesai serah terima, sehari dua hari hancur-lebur, akhirnya bermasalah jadi hukum,” ujarnya.

Lombok Post memantau langsung pengerjaan kemarin. Pengerjaan di sisi barat pada tanggul, acian sebagian belum selesai.

Sementara gazebo telah terpasang sekitar empat unit. Tapi baru rangka saja. Beberapa rangka gazebo yang lain belum sempurna.

Di bagian dalam berdiri beberapa bangunan. Secara keseluruhan gambaran penataan belum terlihat mau seperti apa.

Kepala Pariwisata Kota Mataram H Denny Nizar Cahyadi menyebut progres pengerjaan telah mencapai 63 persen.

“Dengan deviasi 1,3 persen,” jelasnya.

Bahkan kalau terus ngebut siang-malam, harusnya deviasi sudah nol persen. Atau bisa melewati target yang harus dicapai setiap hari pengerjaan.

Denny yakin, sebelum injury time pengerjaan bisa beres. Kalau kurang-kurang sedikit, masih bisa termaafkan.

Barangkali kelanjutan sisa yang sedikit bisa diselesaikan dengan APBD. Asal nilainya masih bisa ditoleransi.

“Pengerjaan sisa untuk pemasangan bahan pabrikan,” katanya.

Kontraktor memang terlihat terjepit. Sudah waktu kerja sedikit, pengerjaan sempat tertunda karena perubahan desain.

Bukan cuma itu, hujan membuat mereka semakin sulit mengakselerasi pekerjaan agar lebih cepat lagi.

“Kalau siang hari hujan, malam hari mereka lembur,” terangnya.

Barang pabrikan antara lain menara, gazebo, dan panggung. Tapi baru Gazebo yang terlihat terpasang. (zad/r3)

 

 

 

Source: Lombok Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *