page hit counter
Pemilik Motor Wajib Tahu 4 Tips Memilih Oli Motor Terbaik

Pemilik Motor Wajib Tahu 4 Tips Memilih Oli Motor Terbaik

Ibarat aliran darah bagi motor, oli mesin haruslah selalu dalam kondisi baik. Namun memilih oli motor terbaik memang susah-susah gampang, karena memilih oli motor yang salah dapat berdampak buruk pada performa mesin motor. Oli mesin berperan penting dalam melumasi, membersihkan, menjaga, serta meredam panas mesin.

Anda sebagai pemilik tentu ingin memberikan yang terbaik bagi kendaraan kesayangan Anda. Sebagai panduan dan hal mendasar dalam memilih oli mesin, simak 4 tips berikut ini agar nantinya Anda tak salah memilih oli motor terbaik.

1. Perhatikan SAE (Society of Automotive Engineers) atau Tingkat Kekentalan Oli

Hal pertama yang wajib Anda perhatikan ketika hendak memilih oli motor adalah tingkat kekentalan oli atau SAE-nya, berapa SAE yang dimiliki oleh oli motor tersebut? SAE sendiri merupakan Society of Automotive Engineers, dan sebisa mungkin pilih oli motor dengan SAE yang sama dengan oli yang Anda gunakan sebelumnya.

Namun jika yang terjadi adalah Anda tidak dapat menemukan oli dengan SAE yang sama persis dengan sebelumnya, Anda dapat menggunakan jenis multigrade. Anda hanya perlu melihat pada kode yang tercantum di bagian belakang kemasan oli, karena kode pada bagian depan merupakan kode musim panas dan dingin sehingga tidak berpengaruh di Indonesia.

Contohnya, pada awalnya Anda menggunakan oli dengan kode SAE 10W-40. Anda dapat mengganti oli motor yang memiliki kode SAE 5W-40 atau 20W-40.

Namun perlu diperhatikan umur dari kendaraan tersebut, jika motor Anda sudah berumur lebih dari lima tahun atau jarak tempuh motor sudah lebih dari 100.000 km, maka ada baiknya untuk memilih oli motor yang SAE-nya lebih tinggi. Karena umumnya celah sudah lebih longgar, sehingga mesin motor membutuhkan oli yang lebih kental.

2. Perhatikan API (American Petroleum Institute) atau Kode Mutu Oli

Hal selanjutnya yang perlu Anda perhatikan dalam memilih oli motor terbaik adalah memperhatikan API atau kode mutu oli. Ada baiknya kode mutu oli mengikuti standar bawaan oli motor, namun Anda juga dapat menggunakan kode mutu oli yang lebih tinggi.

Mengapa demikian? Karena kode mutu oli berkaitan dengan zat aditif yang dipakai oleh oli, sehingga zat aditif oli tentu harus disesuaikan dengan teknologi yang ada pada mesin motor Anda.

Misalnya kode mutu oli bawaan motor Anda adalah kode SE, ketika hendak mengganti oli pilihlah oli dengan kode yang sama, jika tidak pilih kode SF yang merupakan kode lebih tinggi.

Terkait dengan zat aditif yang ada pada pelumas, hindari mengganti oli dengan kode mutu oli yang lebih rendah. Dampak yang terjadi jika Anda memilih API yang lebih rendah adalah kerusakan pada bagian mesin kendaraan karena tidak sesuai dengan mesin motor kesayangan Anda.

3. Perhatikan Standar JASO (Japan Automobile Standard Organization)

Selain SAE dan API, Anda juga perlu memperhatikan standar JASO oli. Standar JASO ini dipergunakan untuk menunjukkan standar kopling. Terdapat dua jenis standar JASO, yakni JASO MA dan JASO MB. Apa perbedaannya?

JASO MA umumnya lebih banyak dipergunakan pada jenis motor kopling basah atau yang memiliki gaya gesek tinggi. Contoh jenis motornya adalah motor sport dan cub. Sedangkan untuk JASO MB umumnya diperuntukkan bagi jenis motor kopling kering yang memiliki gaya gesek rendah. Contoh jenis motornya adalah motor matic atau skutik.

4. Pilih Oli Motor yang Terbukti Keasliannya

Yang tak kalah penting dalam memilih oli motor terbaik adalah keaslian oli. Ketika memilih oli untuk motor kesayangan Anda, perhatikan dengan teliti keaslian produk.

Karena oli memiliki peran krusial bagi kendaraan, diantaranya menjaga komponen mesin agar tetap dingin, sebagai anti karat, sebagai perapat celah antara silinder dengan piston, dan lain-lain. Oli yang asli dan berkualitas baik dapat meningkatkan performa kendaraan, karenanya pilih oli yang telah terbukti kualitas dan keasliannya agar tidak berdampak buruk bagi mesin.

Jenis Oli Berdasarkan Bahan Dasarnya

Rupanya bahan dasar pembuatan oli berbeda-beda, untuk itu Anda sebagai pemilik motor wajib mengetahui mengenai bahan dasar pembuatan oli. Karena masing-masing bahan dasar oli telah disesuaikan dengan spesifikasi mesin.

1. Oli Mineral

Oli mineral merupakan oli yang bahan dasar atau base oil-nya diambil dari minyak bumi, kemudian diolah kembali dengan penambahan zat aditif guna meningkatkan fungsi serta kemampuan oli.

Oli mineral memiliki beberapa tingkatan bahan dasar atau base oil, mulai dari base oil group I, base oil group II, base oil hydrocracking, dan base oil group III.

2. Oli Sintetik

Oli sintetik adalah oli yang terbuat dari bahan dasar yang bukan berasal dari hasil penyulingan minyak bumi, sehingga diolah secara kimiawi. Bahan kimia yang umumnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan oli sintetik adalah Phosphate Ester, Polyester, PAO, dan Polyglycol.

Bahan tersebut kemudian ditambahkan dengan additive oil yang membuat daya lumas oli semakin baik sehingga mampu menjaga mesin dari keausan.

3. Oli Semi Sintentik

Oli yang satu ini merupakan perpaduan dari oli mineral dan sintetik, sehingga jika berbicara kualitas oli semi sintetik berada di tengah-tengah antara oli mineral dan sintetik. Dari segi harga umumnya oli semi sintetik lebih murah jika dibandingkan dengan oli sintetik.

Ciri-Ciri Oli Motor Harus Segera Diganti

Jika beberapa ciri berikut terdapat pada motor kesayangan Anda, itu tandanya oli motor harus segera diganti.

1. Suhu Mesin Terasa Lebih Tinggi

Fungsi oli yang tak kalah penting adalah mendinginkan mesin, cara kerjanya yakni menyerap panas di area sumber panas atau bagian piston dan blok. Sehingga jika kaki Anda merasakan panas karena suhu mesin motor sangat tinggi, itu tandanya oli motor harus segera diganti.

2. Oli Encer dan Berwarna Hitam Pekat

Umumnya oli mesin berwarna biru atau coklat. Namun jika oli berubah warna menjadi hitam pekat dan encer itu berarti oli terkena panas yang berasal dari kerak atau zat emisi sisa pembakaran dan sudah terkontaminasi banyak zat. Jika oli tersebut terus digunakan, maka dampaknya daya lumas oli dapat menurun dan mesin cepat aus.

3. Suara Transimisi dan Mesin Kasar

Oli tidak hanya berperan sebagai pelumas mesin belaka, terlebih pada motor kopling dan motor bebek. Namun oli juga berperan sebagai pelumas transmisi atau gearbox, sehingga gesekan antara roda gigi menjadi lebih lembut. Maka jika suara transmisi dan mesin kasar, sudah saatnya Anda untuk mengganti oli mesin motor.

Demikianlah 4 tips memilih oli motor terbaik bagi Anda yang akan mengganti oli motor kesayangan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa memperhatikan SAE, API, standar JASO, hingga memilih oli motor yang terbukti keasliannya merupakan tips yang dapat Anda lakukan sebelum memilih oli motor.

Tak lupa untuk mengetahui jenis oli berdasarkan bahan dasarnya, agar nantinya tak salah dalam memilih oli yang tepat bagi motor Anda. Perhatikan pula ciri-ciri motor yang perlu segera diganti oli, seperti suhu mesin tinggi, oli encer berwarna hitam pekat, hingga suara transmisi dan mesin kasar, karena oli berpengaruh pada performa mesin kendaraan Anda.

CATEGORIES
TAGS
Share This