page hit counter
Pelaku Pariwisata Lombok Utara Dapat Hibah Tahap II, Dispar Perbaiki Data

Pelaku Pariwisata Lombok Utara Dapat Hibah Tahap II, Dispar Perbaiki Data

TANJUNG-Pelaku pariwisata dikabarkan akan kembali menerima bantuan hibah tahap dua dari pusat. Meski kapan hibah tersebut akan diturunkan belum dibeberkan, namun pemda diminta Kemenparekraf RI melakukan pendataan pengusaha aktif.

”Pemerintah pusat minta kita supaya melakukan perbaikan data,” ujar Kepala Bidang Destinasi Dispar Lombok Utara Bratayasa, kemarin (25/7).

Ia menuturkan, berdasarkan Kemenpar Nomor 10 tahun 2018, ada 13 sektor pariwisata yang harus didata. Pihaknya akan memilah sektor mana saja yang memiliki dan tidak memiliki tamu.

”Intinya kalau sudah klir langsung kita laporkan ke pak kadis,” sambung dia.

Pendataan yang dilakukan diharapkan menekan kesalahan dalam menentukan kebijakan nantinya. ”Jadi kita ingin mengemas benar-benar ril, sehingga tidak salah dalam mengambil kebijakan ketika ada bantuan atau lainnya nanti,” jelas dia.

Jenis bantuan, dikatakan belum bisa dipastikan. ”Belum tahu rilnya seperti apa nanti, karena memang sudah dibuka pendaftaran dari 4 Juni-4 Juli. Informasinya juga akan ada perpanjangan,” beber dia.

Dana hibah tahap dua tersebut tidak lagi melalui dinas. Penyaluran langsung dilakukan dari pusat. Artinya, pengusaha akan mendaftarkan dirinya sendiri nantinya.

”Kalau kita hanya perpanjangan evaluasi saja,” ujar dia.

Berbicara soal usaha yang masih beroperasi, 400 lebih dari 1.579 usaha yang dikunjungi di Tiga Gili memiliki tamu hanya belasan orang saja. Jumlah tersebut diklaim dia sangat minim untuk sementara ini. Meski begitu, Brata mengatakan, data tersebut belum final.

Pihaknya akan kembali turun di beberapa tempat usaha. Semuanya akan diinventarisasi untuk mengetahui kondisi terkini.

”Jadi kita tidak mungkin bilang tutup, karena marah mereka nanti. Jadi mereka tidak tutup, kalau ada tamu buka mereka,” kata dia.

Dalam pendataan ini, Brata juga mengaku belajar dari hibah pertama pada 2020 lalu. Pihaknya akan memformulasikan data agar seluruh usaha tercover bantuan.

”Karena hal-hal yang keliru itu tidak akan kita ulangi, agar bantuan ini tepat sasaran,” tegas dia.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Vidi Eka Kusuma membenarkan dampak pandemi dan PPKM sangat terasa bagi pelaku wisata. Meski begitu, masa PPKM itu digunakan untuk menjaga agar gili tetap steril dari pandemi.

”Karena kami juga tidak mau sampai di gili ini ada persoalan Covid-19. Pemahaman PPKM ini harus dipahami semua orang termasuk pengusaha,” kata dia. (fer/r9)

 

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS