page hit counter
Pantas sering dicaplok, elite TNI curhat minimnya alutsista di pulau terluar sampai pinjam warga

Pantas sering dicaplok, elite TNI curhat minimnya alutsista di pulau terluar sampai pinjam warga

Ilustrasi prajurit TNI berpatroli. Foto: Dok TNI AD

Pulau-pulau terluar di wilayah Indonesia kerap dicaplok alias diklaim negara tetangga lantaran dianggap tak berpenghuni. Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong curhat menceritakan berbagai kendala yang dialami prajurit TNI saat bertugas melakukan pengawasan terhadap pulau-pulau terluar, khususnya di Indonesia bagian utara.

Brigjen Meyer menjelaskan, memang tak bisa dipungkiri bahwa pihaknya kekurangan pasukan untuk menjaga pulau-pulau terluar Indonesia. Bahkan masih banyak pulau yang belum memiliki pos pengamanan.

“Kemampuan kami di perbatasan juga. Memang kekurangan-kekurangan itu banyak pulau yang belum diduduki oleh pos-pos pengamanan kami. Kami mendapatkan lima pos dari staf operasi panglima TNI yang mengkoordinir tentang pengamanan perbatasan, kami berbatasan dengan pulau-pulau kecil terluar,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, dikutip Hops.id pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Sangat minim pasukan hingga alutsista, kapal saja sampai pinjam milik warga

Ilustrasi prajurit TNI berpatroli. Foto: Dok TNI AD
Ilustrasi prajurit TNI berpatroli. Foto: Dok TNI AD

Kendati demikian, pihaknya memastikan tetap melakukan berbagai patroli terbatas terhadap pulau-pulau terluar tersebut dengan segala keterbatasan yang ada.

Sayangnya, penjagaan terhadap wilayah NKRI tersebut masih terbatas sehingga tidak semua pulau bisa dijangkau oleh prajurit TNI. Di sisi lain, alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga sangat terbatas.

Lebih mirisnya lagi, para prajurit harus menumpang kapal dan perahu milik warga untuk berpatroli di sekitar pulau-pulau terluar tersebut.

“Permasalahan pulau-pulau terluar yang belum diduduki oleh satgas kami sesuai perintah dan anggaran, sehingga kami melakukan patroli, tidak hanya di satu pulau atau pos, tetapi kami melakukan patroli-patroli terbatas dengan menumpang kapal-kapal perahu masyarakat untuk mengjangkau pulau-pulau yang belum mendapatkan pos pengamanan,” tutur Brigjen Mayer.

“Untuk kekuatan Kodim yang ada di sana tentu sangat kurang, sehingga diperbantukan dengan batalyon-batalyon di bawah Kodam,” lanjutnya.

Oleh sebabnya Brigjen Meyer berharap agar Komisi I DPR RI dapat memberikan dukungan kepada Korem 131/Santiago. Dengan demikian, pihaknya bisa meningkatkan alutsista serta menambah personil prajurit untuk menjaga kedaulatan NKRI di pulau terluar tersebut.

“Jadi untuk operasionalnya dari materiil maupun personel, kemudian pos-pos memang kita harapkan, ada penambahan pos di sana. Pulau-pulau kecil yang belum sempat kami duduki kami amankan. Mudah-mudahan melalui Komisi I DPR RI sampaikan kepada pimpinan kami, kami boleh diberikan dukungan lebih untuk mengamankan di sebelah utara Indonesia,” harap Meyer.

Pulau terluar Indonesia sering dicaplok karena tak dijaga

Ilustrasi pulau terluar di Indonesia. Foto: Antara
Ilustrasi pulau terluar di Indonesia. Foto: Antara

Sebagaimana diketahui Anggota Komisi I DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto menyoroti pulau-pulau terluar Sulut yang kerap mengalami berbagai ancaman keamanan dan tindakan criminal.

Itet pun mempertanyakan pengawasan terhadap 228 pulau tak berpenghuni di wilayah Sulut.

Dia pun mengambil kasus yang seharusnya jadi pelajaran penting bagi pemerintah, yakni diklaimnya Pulau Sipadan dan Ligitan.

“Karena ingat kasus dulu, Malaysia mengambil Pulau Sipadan dan Ligitan, alasannya karena tidak berpenghuni kemudian mereka mau membangun, sehingga pada saat diplomasi perlu diketahui ada kesepakatan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) sepanjang 200 mil (321,8 km) yang diukur dari pangkal wilayah laut Indonesia. Walaupun mereka ingin membangun sebenarnya mereka ilegal,” kata Itet.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS