page hit counter
Panitia reuni 212 sindir Jenderal Dudung: Aneh bin ajaib

Panitia reuni 212 sindir Jenderal Dudung: Aneh bin ajaib

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman (kanan)

Panitia Reuni 212 tahun 2021 menyindir KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dalam merespons reuni umat Islam pada Kamis lalu. Panitia heran umat Islam harusnya kan dijadikan saudara oleh aparat tapi kemarin diperlakukan malah sebaliknya.

Ketua Streering Comitte Reuni 212, Ustaz Yusuf Martak mengatakan peserta reuni datang jelas maksudnya untuk aksi damai, tapi kenapa sih ada respons dari pimpinan yang terkesan memusuhi peserta reuni 212.

Reuni 212 damai lancar terima kasih

Dalam pernyataan persnya pasca Reuni 212, Yusuf Martak bersyukur reuni kemarin berjalan aman lancar tertib. Tak ada kegaduhan. Ustaz Yusuf menyampaikan terima kasih kepada aparat baik dari kepolisian, TNI sampai Satgas Gugus Covid-19 yang turut mengawal reuni tersebut.

Aksi reuni 212. Foto: Antara
Aksi reuni 212. Foto: Antara

“Berjalannya acara selalu diiringi doa, salawat dzikir dan menyampaikan pendapat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang d 1945,” jelas Ustaz Yusuf dalam konferensi pers dikutip dari Youtube Realitea TV, Sabtu 4 Desember 2021.

Dia menegaskan peserta reuni 212 datang bukan untuk cari kegaduhan dan melawan aparat, pun demikian emak-emak peserta reuni hadir bukan bertujuan untuk dipukul aparat. Mereka semua ingin berkumpul saja dan menyampaikan aspirasinya.

Panitia reuni 212 Sindir Jenderal Dudung

Ustaz Yusuf kemudian menyoroti adanya oknum pimpinan aparat yang narasinya memecah belah. Yusuf menyebutkan jabatan KSAD lho yang sekarang kan dijabat oleh Jenderal Dudung.

“Masyarakat pada ummnya sudah paham, adanya oknum aparat pimpinan yang menjalankan tugas tidak humanis, gemar mengeluarkan ancaman, menebar isu yang tidak mendasar hingga timbulkan fitnah sana sini demi ambisi pribadi,” kata dia.

Jenderal Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran
Jenderal Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Foto tniad.mil.id

Perilaku oknum pimpinan aparat ini jelas menimbulkan kegaduhan dan menjatuhkan martabat kesatuan aparat berasal.

Seharusnya, kata dia, sebagai pimpinan kan wajib mengarahkan bawahan agar memerlakukan umat Islam dan masyarakat sebagai saudara. Sebab umat Islam jelas cinta damai, cinta NKRI dan terdepan dalam perang kemerdekaan.

“Aneh bin ajaib bukan Islam dijadikan saudara justru ekstrimis seperti KKB yang dijadikan saudara oleh KSAD,” jelasnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS