page hit counter
Paksa tunarungu ngomong, Mensos Risma akhirnya angkat bicara: Itu bisa merugikan dia!

Paksa tunarungu ngomong, Mensos Risma akhirnya angkat bicara: Itu bisa merugikan dia!

Momen Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma berbicara dengan penyandang tunarungu. Foto: Istimewa

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma akhirnya angkat bicara soal polemik yang menyasar dirinya terkait memaksa penyandang tunarungu untuk bicara.

Politikus PDIP ini menyampaikan klarifikasi soal tudingan bahwa dirinya memaksa penyandang disabilitas tunarungu berbicara.

Momen Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma berbicara dengan penyandang tunarungu. Foto: Istimewa
Momen Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma berbicara dengan penyandang tunarungu. Foto: Istimewa

Sebenarnya Risma mengaku hanya ingin menyampaikan niat tulusnya ketika berinteraksi dengan penyandang disabilitas rungu Stefanus dalam rangkaian Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI).

Dalam acara itu, kata Risma, dia hanyak merangkul Stefanus untuk memastikan alat bantu dengar berfungsi baik. Oleh sebabnya Risma mendorong atau memotivasi mereka supaya bisa memaksimalkan kemampuan telinganya, dan mulutnya.

Risma menegaskan bahwa pihaknya ingin agar alat bantu dengar yang diberikan bisa bekerja dengan baik kepada para penyandang disabilitas tunarungu.

Dia pun menguji keampuhan alat tersebut dengan memberikan kesempatan kepada penyandang tunarungu untuk mencoba merespon komunikasi.

“Saya ingin memastikan bahwa alat bantu dengar itu berfungsi dengan baik. Karena kalau dia tidak bisa merespon, itu bisa merugikan dia,” kata Risma melalui keterangan tertulis, dikutip Hops.id dari Tribun pada Jumat, 3 Desember 2021.

Menteri Sosial Tri Risamaharini. Foto: Antara
Menteri Sosial Tri Risamaharini. Foto: Antara

Lebih lanjut Mensos Risma mengungkapkan pengalaman pribadinya yang terbilang sangat memprihatinkan, saat dia menjadi Wali Kota di Surabaya. Ketika itu, ada disabilitas rungu yang tertabrak kereta api dan ada juga yang harus kehilangan jiwa karena bencana.

“Ini pengalaman sangat memukul saya. Saya hanya ingin memastikan mereka bisa menyampaikan pesan dengan berbagai cara. Mereka harus bisa bereaksi terhadap lingkungannya khususnya bila itu membahayakan jiwa dan kehormatannya. Apakah dengan suara, gerakan tangan, atau alat bantu yang mereka kenakan,” ungkap Risma.

Bagi Risma, respon penyandang disabilitas dalam hal ini penyandang disabilitas rungu, terhadap lingkungan tersebut sangat penting. Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada potensi atau risiko dari hal-hal yang tidak terduga.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS