page hit counter
Orangnya Sukmawati kecewa Gus Yaqut: 8 juta umat Hindu tak terima, bahaya kalau dibiarkan!

Orangnya Sukmawati kecewa Gus Yaqut: 8 juta umat Hindu tak terima, bahaya kalau dibiarkan!

Sukmawati dan Arya Wedakarna

Langkah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mencopot 4 Dirjen Bimas kecuali Dirjen Bimas Islam di Kementerian Agama tanpa alasan jelas berbuntut masalah. Keputusan Gus Yaqut itu dibilang umat Hindu berbahaya kalau dibiarkan, 8 juta umat Hindu akan bertindak dan bersikap.

Buntut dari pencopotan Dirjen Bimas Hindu, Dirjen Bimas Budha, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Kristen dengan tiba-tiba, 4 Dirjen melawan Yaqut dengan mengajukan gugatan di Pengadilan Tinggu Tata Usaha Negara (PTUN).

Bukan itu saja lho Sobat Hopers, 4 Dirjen yang dicopot Menteri Yaqut itu juga menyurati Presiden Jokowi soal hal ini.Nah umat Hindu marah dengan keputusan Menteri Taqut yang tiba-tiba itu.

8 juta umat Hindu kecewa Gus Yaqut

Salah satu senator asal Bali, Arya Wedarkarna protes keras dengan langkah Menteri Yaqut tersebut. Arya merasa Dirjen Bimas Hindu yang dicopot, Tri Handoko Seto, kinerjanya bagus kok selama ini dalam melayani umat, kok dicopot.

“Salah satu keputusan @gusyaqut @kemenag_ri yang mengecewakan umat Hindu. Bagaimana Dirjen Bimas Hindu yang dikenal baik kinerjanya diberhentikan sepihak dengan alasan rotasi,” kicau pria yang merupakan anak buah Sukmawati ini di akun media sosialnya, dikutip Kamis 23 Desember 2021.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto Kemenag

Menurut Arya, proses pengisian Dirjen Bimas d Kemenag sebelumnya telah memakan waktu dan energi panjang, belum lagi proses seleksi pun ketat. Kok sekarang dalam waktu kurang lebih setahun, Menteri Agama copot kompak 4 Dirjen Bimas tersebut.

Arya menegaskan pencopotan 4 Dirjen ini mesti disikapi, sebab kalau didiamkan malah bisa jadi masalah serius.

“Bahaya jika ini dibiarkan, 8 juta umat Hindu pendukung Jokowi akan bersikap,” kata Arya.

Penjelasan Kemenag

Menanggapi protes pencopotan 4 Dirjen Bimas tersebut, Sekjend Kemenag Nizar Ali menjelaskan yang dimutasi adalah enam pejabat eselon I. Keenam pejabat itu adalah Inspektur Jenderal, Kepala Balitbang-Diklat, serta Dirjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Menurut Nizar, selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK), Menag memiliki kewenangan untuk memutasi personel organisasinya dengan beragam pertimbangan, salah satunya penyegaran.

“Alasan atau pertimbangan melakukan mutasi itu menjadi hak PPK dan bukan untuk konsumsi publik,” ujarnya.

Dirjen Bimas Hindu Kemenag, Tri Handoko Seto
Dirjen Bimas Hindu Kemenag, Tri Handoko Seto dipecat Menteri Yaqut. Foto Bimas Hindu Kemenag

“Yang pasti, mutasi yang saat ini diambil itu bukan hukuman, tapi upaya penyegaran organisasi. Ini hal biasa. Setiap ASN harus siap ditempatkan dan dipindahkan,” ujarnya.

“Pastinya ada pertimbangan yang menjadi hak pejabat pembina kepegawaian untuk tidak disampaikan kepada yang bersangkutan,” lanjutnya.

Dijelaskan Nizar, mutasi juga dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Ini sekaligus menjadi bagian dari pola dari pembinaan karir pegawai.

“Sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, mutasi harus dimaknai dari sudut pandang kepentingan kementerian, bukan kepentingan orang per orang atau kelompok,” tegasnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS