page hit counter
NTB Mall Maksimalkan Penjualan Produk Melalui Aplikasi di tengah PPKM

NTB Mall Maksimalkan Penjualan Produk Melalui Aplikasi di tengah PPKM

Warta Mataram – Kebijakan pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah bentuk upaya dan ikhtiar pemerintah untuk menekan angka Corona Virus Disease (Covid-19), namun tak dipungkiri pemberlakuan ini memberikan dampak bagi beberapa sektor di masyarakat. Salah satu sektor yang terkena dampak ini adalah sektor perekonomian baik nasional maupun daerah.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, pemberlakuan PPKM memberikan gerak terbatas bagi para pelaku usaha. Peraturan ini memaksa pusat perbelanjaan seperti mall, restoran, warung makan, cafe, pedagang kali lima, hanya bisa beroperasi sampai pukul 20.00 WITA. Kebijakan ini bagi pelaku usaha sangat berat, dengan pembatasan jam operasional dan jumlah pengunjung tentu akan jauh turun omset, profit dan akhirnya cashflow yang semakin terjepit.

Pengalaman menggunakan NTB Mall

NTB Mall hadir sebagai wadah untuk membantu pelaku usaha atau UMKM untuk mempromosikan produk berbasis aplikasi. Berbagai produk telah masuk mulai dari bahan pangan, fashion, makanan dan minuman, kerajinan, kebutuhan koleksi dan hobi, dan masih banyak lagi, memudahkan masyarakat untuk mencari kebutuhan harian di tengah gerakan sosial yang terbatas.

Transaksi jual beli melalui aplikasi sejalan dengan himbauan PPKM dan tagar #StayatHome untuk menekan angka penyebaran Covid-19, ini juga memudahkan para pelaku usaha atau UMKM bisa tetap berjualan meskipun terhalang jam operasional. Memang sudah saatnya untuk UMKM di NTB untuk go digital atau beralih ke digital marketing untuk tetap mempertahankan omset penjualan di tengah pandemi.

Selain itu, bentuk ikhtiar NTB Mall juga ialah gencar menjalankan program sosialisasi yang bertujuan untuk pengembangan UMKM seperti webinar atau pelatihan online. Hal ini tidak bertujuan untuk membangkitkan produktivitas UMKM NTB. Bahkan saat ini pula, NTB Mall sedang dalam proses pengiriman 38.000 ketak ke Timur Tengah, ini membuktikan meskipun di tengah pandemi namun penjualan dari pelaku UMKM bisa dipertahakan kurvanya jika memang melalukan strategi penjualan yang mumpuni.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS