page hit counter

Nonton WSBK, Bakal Ada Transportasi Khusus ke Mandalika

MATARAM-Penjualan tiket World Superbike (WSBK) Mandalika diundur. Semula, launching harga dan penjualan tiket dijadwalkan kemarin (18/10) namun urung dilakukan. Rencananya, launching harga tiket dijadwalkan pada 21 Oktober dan penjualan resmi akan dimulai kepada publik dua hari setelahnya.

“Kami masih menunggu putusan tertulis dari pemerintah berapa maksimal kuota penonton yang bisa diberikan sesuai prokes,” kata Direktur Olahraga dan Operasional MGPA Dyan Dilato yang dikonfirmasi Lombok Post, kemarin.

Angka resmi jumlah penonton tersebut memang memiliki pengaruh terhadap estimasi harga jual tiket. Sebelumnya, dengan estimasi 25 ribu penonton, diperkirakan harga tiket akan ada pada kisaran Rp 1,3 juta atau lebih. Namun, harga tersebut diyakini akan bisa lebih rendah manakala pemerintah membolehkan jumlah penonton lebih banyak, semisal 50 ribu dari kapasitas 195 ribu penonton di sirkuit.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Yusron Hadi yang dikonfirmasi secara terpisah memberi penjelasan lebih gamblang. Dia mengamini bahwa penjualan tiket memang mundur dari jadwal. Informsi yang didapat Yusron, penjualan tiket diundur menjadi tanggal 23 Oktober. “Informasi yang kami terima bahwa pengumuman harga tiket tanggal 21 Oktober. Kemudian penjualan mulai tanggal 23 Oktober,” katanya.

Yusron juga menyebutkan, hingga kemarin, harga tiket secara resmi memang belum ditentukan. Namun mengacu kisaran harganya perhelatan WSBK di berbagai negara, untuk tiket selama tiga hari balapan nilainya mencapai USD 100. Tiket tersebut berlaku untuk latihan resmi pada hari Jumat. Kemudian lanjutan latihan resmi esoknya pada Sabtu hingga kemudian kualifikasi. Selanjutnya tiket masih berlaku untuk race utama yang berlangsung pada Minggu. WSBK Mandalika sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 19-21 November 2021.

 

Garasi Tim Balap

 

Sementara itu, fasilitas pendukung balapan Pertamina Mandalika International Street Circuit, saat ini terus dikebut. Yang terbaru adalah pembangunan pit building atau garasi tim balap. Garasi ini dibangun berjejer di sepanjang pit lane. Total ada 50 ruang garasi yang akan ada di sana.

Garasi tersebut dibangun dengan perangkat modular yang diproduksi oleh Wika, salah satu BUMN. Sehingga perangkat modular ini memang asli buatan Indonesia. Proses pemasangannya sudah dilakukan sejak pekan lalu.

“Sejak Sabtu sudah datang,” kata salah satu pekerja kepada Lombok Post.

Perlengkapan pit building dikirim melalui kapal laut dari pabrik milik Wika di Jakarta. Pit Modular ini mempunyai sistem bongkar pasang yang lebih efisien,  praktis dan cepat. Total akan ada 50 garasi yang akan dibangun. Masing–masing garasi mempunyai lebar 5,24 meter dengan panjang 18,34 meter. Di dalamnya sudah termasuk instalasi mekanikal dan elektrikal komplit sesuai yang dipersyaratkan.

Pit building ini sendiri akan terdiri dari dua lantai. Bagian bawah pit akan digunakan oleh pembalap, teknisi, dan kru. Sedangkan di lantai atas dipergunakan untuk VIP, VVIP, Media Room serta provider penyedia telekomunikasi–internet. Termasuk para sponsor.

Pembangunan pit building tidak membutuhkan waktu yang lama. Sehingga sebelum perhelatan Asia Talent Cup dan WSBK November mendatang, semuanya sudah bisa digunakan. Meski tidak permanen, namun pit building ini bisa difungsikan puluhan tahun.

“Bisa difungsikan sebagai permanen sampai 10 tahun pun bisa,” terang Technical advice dan Constructions M Awalutfi Andika Putra. Pembangunan pit building ditargetkan tuntas dalam 25 hari.

Selain pembangunan pit building, Tim Painting dan washing juga sudah tiba di Sirkuit Mandalika. Mereka diyakini akan membuat perbedaan dengan sirkuit di negara lainnya. Cat dan warna yang digores di lintasan sirkuit ini tentu saja tidak hanya sebagai penanda tapi juga memparcantik sirkuit.

“Mereka akan konsentrasi menyiapkan dari sisi teknis,” terang Direktur Strategi dan Komunikasi MGPA Happy Harinto secara terpisah.

 

Jaringan Transportasi

 

Tak cuma fasiltias sirkuit. Penyiapan transportasi umum dari dan menuju sirkuit juga saat ini sedang digeber. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan armada angkutan darat hingga angkutan laut untuk menyukseskan WSBK hingga MotoGP Mandalika.

Total ada 43 bus dari Kementerian yang didatangkan jelang WSBK. Bus tersebut akan digunakan untuk pelayanan. Selain itu, Kemenhub juga bekerja sama dengan DAMRI menyiapkan 145 bus untuk mengangkut penumpang dari sejumlah titik menuju kawasan Mandalika. Mulai dari Pelabuhan Lembar, Bangsal, Kayangan, Bandara Lombok dan pusat Kota Mataram menuju Mandalika.

“Bus DAMRI ini akan stanby setiap hari jelang WSBK untuk memobilisasi wisatawan atau warga yang ingin menuju Mandalika,” katanya di sela meninjau sirkuit.

Tak hanya itu, pihaknya juga saat ini sedang dalam proses untuk mendapatkan bantuan PJU untuk penerangan jalan bypass Bandara-Mandalika yang baru selesai dibangun. Dengan total anggaran mencapai Rp 16 miliar.

Untuk jalur laut, sejumlah kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Lembar telah disiapkan. Mulai dari penyeberangan Padangbai-Lembar, total ada 26 Kapal Roro yang telah disiapkan. Kemudian dari penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke Lembar tujuh kapal khusus akan memotong jalur penyeberangan.

“Ada tujuh kapal khusus yang kami shortcut tidak dari Bali. Bisa langsung dari Ketapang langsung ke Lembar,” terangnya.

Kemudian dari Surabaya menuju Lembar ada dua Kapal Roro yang akan beroperasi setiap hari. Sehingga tidak harus melalui Pelabuhan Ketapang tetapi bisa langsung dari Surabaya.

“Sedang kami gagas juga lintasan baru kapal cepat dari Padangbai-Lembar. Penumpang dan kendaraan akan dipisahkan. Sudah ada dua operator yang bersedia melayani selama perhelatan World Superbike dari Padangbai ke Lembar,” sambungnya.

Selain menyiapkan armada, Kemenhub juga membenahi infrastruktur pelabuhan. Saat ini sedang disiapkan rencana revitalisasi Pelabuhan Ketapang dan Lembar. “Kami juga melakukan simulasi rekayasa lalu lintas selama perhelatan Superbike,” terangnya.

Sementara General Manager DAMRI Mataram Sadi kepada Lombok Post kemarin membenarkan jika pihaknya ditunjuk untuk memobilisasi angkutan umum menuju Mandalika. Namun ia menegaskan pihaknya tetap melibatkan para pengusaha angkutan darat.

“DAMRI yang ditunjuk saja. Untuk armadanya, tetap menggandeng pengusaha lokal di bawah naungan Organda,” jelasnya. (ton/r6)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS