page hit counter
Ngeri! Reuni 212 disebut disusupi militan Jamaah Islamiyah, rencana bom tewaskan massa dikuliti

Ngeri! Reuni 212 disebut disusupi militan Jamaah Islamiyah, rencana bom tewaskan massa dikuliti

Reuni Akbar 212. Foto: Antara

Reuni Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 dikabarkan bakal disusupi berbagai kepentingan, di antaranya soal politik, penyokong dana, biang kerusuhan, hingga aksi bom.

Hal tersebut disampaikan oleh pegiat media sosial Denny Siregar yang menyebut bahwa Reuni Akbar 212 kali ini berpotensi menimbuhlkan kerusuhan dan sangat berbahaya.

“Saya mendengar kalau acara 212 yang akan diselenggarakan minggu depan ini, potensi rusuhnya sangat besar dan berbahaya untuk didatangi,” kata Denny dalam saluran YouTube Cokro TV, dikutip Hops.id pada Minggu, 28 November 2021.

Reuni Akbar 212. Foto: Antara
Reuni Akbar 212. Foto: Antara | Reuni 212 disebut disusupi militan Jamaah Islamiyah, rencana bom tewaskan massa dikuliti

Acara Reuni Akbar PA 212 dibuat rusuh sedemikian rupa tak lain untuk menarik perhatian berbagai kelompok, salah satunya mengisi menarik simpati para penyokong dana, menarik simpatisan politik jelang Pilpres, hingga soal aksi balas dendam yang disinyalir bakal dilancarkan pihak Jemaah Islamiyah alias JI.

Tentunya, kata Denny Siregar, kericuhan yang dibuat merupakan bagian dari kesepakatan antara panitia penyelenggara reuni 212 dengan para pemangku kepentingan.

“Untuk mendapat perhatian dari para bohir dan membuka peluang untuk bohir baru, maka acara 212 kali ini harus bisa menarik perhatian. Dan cara untuk diperhatikan yang paling mungkin adalah dengan membuat kerusuhan, sehingga beritanya bisa kesebar ke mana-mana dan menarik media untuk meliput mereka,” ujarnya.

“Ini bagian dari kesepakatan karena bohir juga enggak mau uang yang mereka kucurkan terbuang sia-sia,” lanjut Denny Siregar.

Disusupi simpatisan Jemaah Islamiyah hingga aksi bom

Ilustrasi bom. Foto: Instagram
Ilustrasi bom. Foto: Instagram

Lebih lanjut Denny juga menjelaskan, Reuni Akbar PA 212 juga berpotensi disusupi para simpatisan JI yang jengkel lantaran sejumlah pentolannya berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian, khususnya Densus 88.

Oleh sebabnya disinyalir ada potensi aksi balas dendam dari JI dengan menunggangi acara Reuni Akbar PA 212.

“Kemudian sejak ditangkapnya para pentolan Jemaah Islamiyah (JI) yang bahkan ada yang jadi elite MUI juga, maka dimungkinkan acara 212 akan disusupi oleh anggota JI yang militan untuk membuat kerusuhan sebagai aksi balas dendam,” tuturnya.

Di samping itu Denny juga mengungkapkan potensi terburuk yang bisa saja terjadi, yakni aksi bom yang diledakan di sekitar massa sebagaimana yang sempat direncanakan kelompok bom Condet.

Adapun bom yang meledak di tengah massa ini tentu mengorbankan nyawa para simpatisan mereka sendiri supaya menimbulkan kerusuhan besar dan narasi menyalahkan polisi.

“Yang ditakutkan ada akan ada aksi seperti yang dulu pernah direncanakan kelompok bom Condet. Mereka pernah berencana untuk melakukan titik pengeboman di tengah massa dengan mengorbankan nyawa simpatisan mereka, supaya membuat kerusuhan besar. Ketika rusuh itu, maka buzzer mereka akan menyalahkan polisi,” imbuhnya.

Panitia reuni 212 pastikan gelar aksi super damai

Reuni 212 di Monas. Doc. Suara
Reuni 212 di Monas. Doc. Suara

Sementara, Panitia Reuni Akbar 212 berencana bakal merombak konsep kegiatan reuni 212 menjadi aksi super damai.

Acara yang rencananya digelar pada 2 Desember 2021 ini disiapkan untuk mengantisipasi jika Polda Metro Jaya tidak memberikan izin kegiatan.

Ketua Panitia Reuni 212 Eka Jaya beralasan dengan menggelar aksi super damai, maka pihaknya tidak memerlukan izin kegiatan.

Melainkan, hanya perlu memberikan surat pemberitahuan kegiatan kepada kepolisian.

“Kalau memang izin tidak diberikan juga, kami akan melakukan aksi damai atau aksi superdamai lah,” kata Eka kepada wartawan, pada Jumat, 26 November 2021.

Kendati ada rencana mengganti konsep, Eka menyebut kegiatan tersebut akan tetap digelar di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan meski konsep kegiatan diubah, panitia tetap harus mengajukan surat permohonan aksi.

“Kegiatan tersebut harus ada izinnya,” kata Zulpan.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS